Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Urang Purwakarta jadi Bukti Cinta Alpiadi pada Kampung Halaman

Urang Purwakarta jadi Bukti Cinta Alpiadi pada Kampung Halaman
Instagram Prawiraningrat

Purwakarta, IDN Times - Akun Instagram Urang Purwakarta ( @urangpurwakarta ) dibuat pertama kali pada 2015 dengan misi sederhana: menyebarkan informasi baik dan menarik tentang Purwakarta. Konten-kontennya mulai dari wisata kuliner, prestasi, hingga sejarah.

Tujuannya ialah menginsipirasi masyarakat lokal khususnya generasi muda agar merasa bangga dengan daerahnya. Penggagas Urang Purwakarta, Alpiadi Prawira Ningrat (28 tahun) menilai banyak potensi yang patut diketahui oleh masyarakat.

"Kenapa pilih Purwakarta? Karena tempat kelahiran saya. Jadi, ingin berkontribusi terhadap kampung halaman," saat dihubungi, Jumat (26/11/2021). Dengan kata lain, Urang Purwakarta merupakan bentuk kecintaannya terhadap kampung halamannya.

Konten yang dibagikannya banyak mengulas informasi terkait potensi pariwisata, kebudayaan dan kebanggaan masyarakat di Purwakarta. Alpiadi konsisten membuat konten-konten tersebut di sela-sela waktu bekerja di suatu perusahaan.

1. Membuat konten di sela waktu luang, bekerja gunakan HP

Instagram Prawiraningrat
Instagram Prawiraningrat

Awalnya, Alpiadi biasa membuat konten menggunakan kamera telepon selulernya. "Sekarang, untuk beberapa konten seperti iklan, review tempat makan, destinasi wisata sudah memakai kamera khusus," katanya.

Selain itu, ia pun mulai mempekerjakan seorang videografer sekaligus editor video untuk membantu pembuatan konten. Namun, pembuatan konten masih dilakukan saat ada waktu luang saja lantaran mereka juga masih bekerja di tempat masing-masing.

"(Membuat konten saat) weekend biasanya, atau di saat semuanya libur bekerja," ujar Alpiadi. Meskipun demikian, ia mengaku tetap berusaha menggarap konten-konten itu secara serius dan profesional.

2. Setiap konten berbayar dihargai hingga Rp1,5 juta

Instagram Prawiraningrat
Instagram Prawiraningrat

Saat ini, Alpiadi mengaku mengelola dua akun media sosial Urang Purwakarta di Instagram dan YouTube. Salah satu konten yang menyita perhatian publik ialah mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang telah dibagikan hingga puluhan ribu kali.

Dibandingkan Instagramnya, Urang Purwakarta diakui belum lama mengembangkan akun YouTube. Salah satu video yang banyak ditonton warganet ialah Purwakarta Rewind 2020 mengenai kilas balik peristiwa di Purwakarta sepanjang 2020.

Dari akun media sosial tersebut, Alpiadi mengaku telah mendapatkan pemasukan tersendiri. "Biasanya dari review produk untuk setiap konten di Desember 2021 ini sekitar satu hingga satu setengah juta rupiah," katanya.

Sedangkan, untuk pendapatan per bulan, Alpiadi mengklaim bisa mengumpulkan sekitar empat hingga lima juta rupiah. Dari hasil terkumpul itu, ia pun bisa berinvestasi membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat konten.

3. Urang Purwakarta ajak kolaborasi konten kreator lain

virtualspeech.com
virtualspeech.com

Dari hasil kerja sama dan promosi berbayar itu mereka akhirnya bisa mendaftarkan Urang Purwakarta secara resmi menjadi badan usaha formal berbentuk CV. "Namanya CV Media Inovasi Purwakarta. Pendapatan yang tersisa juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial seperti memberikan santunan rutin setiap bulan biar berkah," ujar Alpiadi.

Keberhasilan Urang Purwakarta banyak menginspirasi konten kreator lokal untuk membuat akun serupa. Hal itu justru disyukuri Alpiadi karena dengan banyaknya konten kreator diharapkan bisa meningkatkan kontribusi masyarakat untuk Purwakarta.

"Bahkan, kami sering berkolaborasi dengan konten-konten kreator itu. Jadi bisa semakin seru," katanya menyambut kemunculan konten kreator baru. Ia pun berpesan agar generasi muda mau berkontribusi terhadap daerahnya dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

4. Konten kreator menawarkan potensi besar jika diikuti konsistensi

Pixabay/lukasbieri
Pixabay/lukasbieri

Konten kreator dinilai memiliki potensi tak terbatas pada era digital saat ini. Setiap orang yang memiliki gawai bisa membuat konten sesuai keinginan, minat dan bakat masing-masing. "Apalagi kalau tujuannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Alpiadi menambahkan.

Terakhir, ia membagikan saran kepada generasi muda yang tertarik menjadi konten kreator. Menurutnya, masing-masing orang sebaiknya membuat konten sesuai renjana atau passionnya.

"Ada fase atau tahapan yang bisa menambah kemampuan kita. Jadi tetaplah konsisten dan istiqomah membuat konten. Lalu, jangan malu berkolaborasi dengan teman-teman yang lainnya. Tapi, tetap hati-hati juga dengan kejahatan digital," tutur Alpiadi mengakhiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Abdul Halim
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Strategi ESG WTJJ dalam Menguatkan Bisnis Infrastruktur Air

07 Apr 2026, 18:43 WIBNews