Sekolah Pencetak Atlet Nasional di Bandung Buka 108 Kursi SSK Gratis

- SMA Taman Siswa Bandung membuka 108 kursi Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) gratis bagi calon murid yang tidak lolos ke SMA negeri pada SPMB 2026.
- Program SSK merupakan kerja sama Pemprov Jawa Barat dengan 1.128 sekolah swasta untuk menampung sekitar 78 ribu calon murid baru yang gagal masuk sekolah negeri.
- Siswa penerima program SSK dibebaskan dari biaya SPP dan uang bangunan, dengan dukungan dana operasional dari Pemprov Jabar sebesar Rp100 ribu per bulan dan Rp1,5 juta di tahun pertama.
Bandung, IDN Times - SMA Taman Siswa Bandung, sekolah yang dikenal sebagai pencetak atlet nasional, menyiapkan 108 kursi Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) untuk menampung calon murid yang tidak lolos ke SMA negeri pada SPMB 2026. Seluruh siswa yang diterima melalui program ini dibebaskan dari biaya SPP maupun uang bangunan.
SMA Taman Siswa merupakan satu dari 1.128 sekolah swasta bergabung dalam program SSK yang jadi mitra Pemprov Jawa Barat untuk menampung sekitar 78-80 ribu Calon Murid Baru (CMB) yang gagal masuk sekolah negeri.
Sembari menunggu alokasi murid dari Pemprov Jabar, SMA Taman Siswa juga turut menggelar Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Tahap II, dari Selasa (30/6/2026) hingga 6 Juli mendatang.
1. Tinggal menunggu alokasi dari Disdik Jabar

Kepala SMA Taman Siswa Bandung, Sunggono, mengatakan, kuota untuk program SSK sudah disediakan, tinggal nantinya Disdik Jabar akan mengalokasikan setelah proses SPMB tahap II rampung. Saat ini, diungkapkan dia, masih menunggu informasi lanjutan.
SMA Taman Siswa sendiri merupakan sekolah yang telah melahirkan sejumlah atlet nasional, di antaranya Taufik Hidayat atlet nasional bulutangkis, dan pemain bola; Eka Ramdani, Atep, Wildansyah, hingga Ferdinand Sinaga.
"Kalau kita persiapan SSK itu setelah diinformasikan dari Dinas Pendidikan Provinsi, kami suruh daftar, kami ikut mendaftarkan. Kami menyediakan tiga ruang untuk SSK dan dua ruang untuk reguler. Jadi ada lima kelas, lima kelas untuk rombongan kelas 10," ujar Sunggono, Selasa (30/6/2026).
Sunggono mengapresiasi program yang digagas Pemprov Jabar tersebut karena dinilai dapat membantu siswa yang gagal diterima di sekolah negeri, terutama dari keluarga kurang mampu.
"Kami juga terima kasih juga ini ada program SSK itu, bisa membantu siswa yang tidak diterima di negeri juga, terus bagi siswa yang apalagi yang tidak mampu, kami menerima gratis. Jadi gratis dari SPP, uang bangunan gratis," katanya.
2. SMA Taman Siswa sudah mengajukan kuota ke Disdik Jabar

Dia menyampaikan, proses penempatan siswa SSK nantinya akan dilakukan melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat berdasarkan kuota yang telah diajukan masing-masing sekolah.
"Rencananya program itu disalurkan melalui Disdik, dibagikan untuk berapa sekolah yang mengajukan SSK. Kita mengajukan kuota, nanti kuota itu mungkin akan dibagi rata, tergantung permintaan dari sekolah-sekolah," jelasnya.
Meski mengajukan tiga rombel, Sunggono menyebut jumlah siswa yang diterima nantinya tetap bergantung pada distribusi dari pemerintah.
"Mungkin sekolah kita misalkan minta tiga rombel, tetapi tiga rombel itu tidak terpenuhi mungkin terbagi sama yang lain, mungkin sisa dua rombel, kami juga terima nggak jadi masalah. Yang penting kita bisa membantu misalkan kepada siswa yang tidak diterima di negeri dan tidak mempunyai kemampuan keuangan istilahnya tuh," ujarnya.
3. Siswa ikut program SSK digratiskan biaya SPP dan uang gedung

Mengenai pembiayaan, Sunggono memastikan peserta yang diterima melalui Program SSK tidak akan dibebani biaya tambahan. Bantuan dari Pemprov Jabar sebesar Rp100 ribu per bulan dan Rp1,5 juta di tahun pertama akan digunakan untuk menopang kebutuhan operasional sekolah.
"Kalau yang SSK enggak. Jadi memang nanti bayaran itu rencananya tuh per semester katanya dari provinsi, per semester disalurkan ke sekolah untuk kegiatan-kegiatan yang ada di keperluan sekolahlah," ujarnya.
"Nah itu kita maksimalkan dari bantuan Rp100 ribu per bulan tuh, bisa nggak bisa harus kita maksimalkan," kata dia.


















