Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kondisi YTR Mulai Membaik, RSHS Bandung Siapkan Operasi Rekonstruksi

Kondisi YTR Mulai Membaik, RSHS Bandung Siapkan Operasi Rekonstruksi
Rilis kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung, (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • RSHS Bandung terus merawat YTR, korban penyekapan dan penganiayaan berat, dengan fokus menghilangkan infeksi sebelum menjalankan operasi rekonstruksi wajah dan kaki yang dijadwalkan berlangsung hingga satu tahun.
  • Direktur RSHS menyebut kondisi YTR mulai membaik setelah dua minggu perawatan, namun operasi baru bisa dilakukan setelah infeksi benar-benar sembuh untuk mencegah risiko sepsis yang berbahaya.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pendampingan penuh serta pembiayaan total bagi pemulihan YTR, sementara pelaku Taufik Hidayat dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih melakukan pengobatan terhadap YTR, korban penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun di Kabupaten Bandung oleh Taufik Hidayat. Kondisi korban saat ini terus mengalami pemulihan setelah luka berat yang dialaminya oleh tersangka.

Dirut RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi mengatakan, korban saat ini masih belum dilakukan operasi karena tim dokter yang menangani sedang menunggu luka-luka korban membaik terlebih dahulu.

Sembari menunggu, dia memastikan, RSHS Bandung akan membuat jadwal waktu yang tepat untuk dilakukan tindakan operasi di beberapa bagian tubuh korban yang mengalami rusak berat.

"Kami masih fokus menghilagkan infeksinya, kami sudah membuat schedule, mungkin bisa sampai satu tahun, untuk perbaikan semuanya, karena bukan hanya wajah saja, tapi termasuk kaki juga sama (butuh operasi)," kata Rachim, dikitip Selasa (30/6/2026).

1. RSHS masih fokus menangani luka infeksi korban

upload_387398b5c14e500e06b8dfe0ec1a0da7_7bfee4bf-f0b7-46fd-8a99-65d307968905.jpeg
Rilis kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung, (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Rencananya, pada bulan ini RSHS Bandung akan terlebih dahulu fokus terhadap penanganan infeksi yabg dialami YTR. Rachim mengungkapkan, setelah luka dirasakan sudah kering, maka akan dilakukan penanganan operasi.

"Bulan ini masih menuntaskan infeksinya, kalau masih ada, tidak bisa melakukan operasi, dan minggu ke dua sudah mereda, tapi belum beres," kata dia.

Meski begitu, selama dua minggu perawatan ini, dia mengatakan, kondisi korban sudah mulai ada perbaikan dibandingkan satu awal pekan kemarin.

"Dua minggu ini sudah ada perbaikan, tapi belum sempurna. Jadi kami belum bisa mulai mengoperasi atau rekonstruksi tadi ya. Insyaallah kalau minggu ketiga nanti akan memulai rekonstruksi, dari mulai wajah. Dan itu dijadwalkan sama kaki, hampir satu tahun," katanya.

2. RSHS Bandung enggan berkomentar banyak soal adanya belatung di tubuh korban

IMG_20260626_141950.jpg
Rilis kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Mengenai kabar ditemukannya belatung pada luka korban, Rachim enggan menjelaskan lebih gamblang, dia menerangkan, luka yang tidak tertangani lama maka bisa muncul dan jika dibiarkan maka akan menjalar ke berbagai organ tubuh.

"Karena infeksinya sudah terlalu lama, dan itu begitu datang kami langsung (tindakan). Karena itu bisa sepsis. Kalau sepsis, infeksinya bisa menyeluruh masuk ke pembuluh darah sehingga bisanmeninggal," ujarnya.

"Makanya pertolongan pertamanya tadi kami membersihkan yang tadi," kata Rachim.

3. Pemprov Jabar biayai penuh pengobatan korban

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memastikan, Pemprov Jabar memberikan pengawalan penuh terhadap korban agar bisa segera pulih dari sakit yang kini tengah diderita. Pembiayaan pun akan dibantu sepenuhnya oleh Pemprov Jabar termasuk untuk operasi beberapa bagian tubuh yang mengalami kerusakan.

"Paling utama adalah melihat perkembangan dan rencana ke depan, dari sisi medis dan InsyaAllah tadi sudah disampaikan, Pemprov Jabar akan mendampingi sampai sembuh," jelas dia.

Sebagaimana diketahui, Taufik Hidayat ditangkap oleh jajaran Polda Jabar pads 23 Juni 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di Perumahan Griya Pesona Ciparay. Tersangka tidak hanya melakukan penyekapan selama bertahun-tahun terhadap korban, namun juga melukai korban dengan benda tajam hingga YTR mengalami kerusakan di beberapa anggota tubuhnya.

Modus Taufik Hidayat melakukan penyekapan dan penganiayaan dilatarbelakangi karena rasa cemburu. Polda Jabar mengenakan Taufik Hidayat dengan sejumlah pasal berlapis. Salah satunya adalah Pasal 446 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

"Kita lapis dengan pasal yang lain yang lebih berat, Pasal 451 tentang penyanderaan, ini ancaman hukumannya paling lama 12 tahun. Yang ketiga Pasal 446 ayat 2 perampasan kemerdekaan, ini ancamannya 9 tahun," kata Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, belum lama ini.

"Kami juncto-kan kembali, gandengkan kembali dengan Pasal 126 ayat 2 yaitu perbarengan tindak pidana yang mengakibatkan luka berat, ancamannya 9 tahun," sambungnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More