Sebelum Terguling, Bus Maut di Subang Sempat Diperbaiki di Rumah Makan

Subang, IDN Times - Bus Trans Putera Fajar yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok terguling di Jalan Raya Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ternyata sebelum kecelakaan bus maut itu sempat diperbaiki di dekat Rumah Makan Sunda Bang Jun.
Lokasinya masih berada di Jalan Raya Ciater, atau sekitar 800 meter dari lokasi kejadian bus mengalami kecelakaan di Kampung Babakan Gunung, RT 22/05, Desa Palasari, Kecamatan Ciater pada Sabtu (11/5/2024). Sebanyak 11 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
"Yang saya lihat sempat ada melakukan perbaikan di area parkir di atas. Cuma itu, saya tidak tahu apakah mekanik atau kernetnya, karena saya tidak menanyakan itu. Tapi yang jelas, sebelum berangkat, sekitar jam 18.39 WIB saya sempat tanya, ini aman untuk jalan atau tidak," ungkap Muslim (30), pemilik rumah makan.
1. Bus cukup lama diperbaiki

Muslim mengatakan, menanyakan kondisi kendaraan selalu menjadi kebiasannya termasuk kondisi bus dengan nomor polisi
AD-7524-OG yang membawa puluhan siswa dan guru asal Depok tersebut. Perbaikan rem yang berlangsung di parkiran rumah makan milik Muslim itu berlangsung cukup lama.
"Saya biasa menanyakan itu kalau ada bus yang trouble, kalau tidak aman jalan, tidak apa-apa tunggu saja di sini, kita tidak masalah dengan tempat yang penting untuk keselamatan bersama. Kelihatannya lama melakukan perbaikannya, lebih dari satu jam. Anak-anak sempat ada yang nunggu, karena ada yang salat magrib juga," ujar Muslim.
Ia bahkan sempat melihat langsung ketika bus tersebut diperbaiki meskipun tidak menanyakan secara detail. "Sempat saya lihat juga, terus saya tanya lagi aman, tidak?. Kalau tidak geser dulu ke pinggir, kalau tidak salah saya sampai nanya tiga kali. Tapi, kata sopirnya aman tinggal menunggu temperatur-nya turun," ungkapnya.
2. Pemilik rumah makan ikut evakuasi korban

Setelah sempat diperbaiki bus tersebut akhirnya berjalan lagi melalui jalanan menurun. Muslim melihat bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok itu nampak berjalan normal keluar parkiran rumah makannya.
"Pas jalan keluar parkir itu mobil terlihat normal sih, lampunya juga menyala," ucap dia.
Namun nahas tak lama berselang setelah keluar dari parkiran rumah makan milik Muslim, bus tersebut mengalami kecelakaan maut hingga terguling. Mendapat informasi itu, ia sempat ikut mengevakuasi korban menggunakan mobil pribadinya.
"Saya sempat ikut evakuasi juga menggunakan kendaraan pribadi membawa korban luka ringan sampai ke Puskesmas Jalan Cagak," kata Muslim.
3. Polisi lakukan penyelidikan

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus kecelakaan maut yang menewaskan 11 orang itu.
"Secepatnya kita berangkat dari sini (olah TKP) dari kendaraan, pemeriksaan saksi-saksi, itu kita akan lakukan percepatan sehingga cepat kita akan memastikan ditingkatkan ke penyenyidikan atau tidak," kata dia.
Dia mengatakan, proses hukum terkait kecelakaan maut tergantung dari hasil penyelidikan yang sedang dilakukan. Bus maut itu membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat.
"Apabila hasil penyelidikan mengarah ke tersangka lain, seperti contoh pengusaha, itu kita juga akan terapkan pasal, bisa dijadikan tersangka, ini sangat memungkinkan. Jadi tidak hanya pengemudi bisa saja tersangka, kalau hasil penyelidikannya mengarah ke adanya kelalaian daripada pengusaha kendaraan tersebut," tegas Aan.


















