Realisasi Target Rutilahu Pemprov Jabar Dinilai Lamban!

Bandung, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mengkritik program pembenahan rumah tidak layak huni atau rutilahu yang belum memenuhi target di sisa akhir 2024. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat seharusnya sudah 100 persen menjalankan program ini.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady mengatakan, target program rutilahu 2.600 unit yang harusnya selesai di 2024 ini belum juga terealisasi penuh. Adapun hingga November ini baru rampung 90 persen.
"Anggarannya untuk satu unit sekitar Rp20 juta. Harusnya ini bisa diselesaikan hingga 100 persen. Jumlahnya pun sedikit jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya," ujar Daddy, Kamis (7/11/2024).
1. Di tahun sebelumnya perbaikan rutilahu lebih cepat

Program perbaikan rutilahu ini, dijelaskan Daddy, pada dasarnya hanya memperbaiki saja, bukan pembangunan baru. Hal ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat kebutuhan perbaikan rutilahu di Jawa Barat yang sangat besar.
Sementara pada tahun sebelumnya Pemprov Jawa Barat pernah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki hingga 31 ribu unit rutilahu dalam satu tahun.
"Jika dulu kami bisa menganggarkan hingga 31 ribu unit perbaikan dan selesai, masa sekarang 2.600 saja tidak selesai?" katanya.
2. Tahun depan anggaran semakin kecil

Daddy pun turut mengkhawatirkan penerapan program ini bisa berjalan lebih maksimal di tahun 2025. Apalagi alokasi anggaran program ini semakin mengecil yakni untuk 1.250 unit rumah di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Dengan demikian, persoalan itu menurutnya mesti menjadi catatan.
"Dengan alokasi tersebut, belum tentu setiap desa bisa mendapatkan program perbaikan rutilahu," kata dia.
3. Pemprov Jabar akui perbaikan rutilahu baru 90 persen

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat Achmad Haidar mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, dari target 2.516 rumah yang harusnya rampung di 2024.
Baru selesai 90 persen atau sekitar 2.264 rumah.
"Untuk perbaikan rutilahu, kami hanya difokuskan di kawasan-kawasan kumuh. Sekarang masih berjalan (perbaikannya), dan mudah-mudahan ini kami targetkan selesai di akhir tahun (2024)," ujar Achmad.
Sementara rencana selanjutnya, Haidar menuturkan bahwa Disperkim telah mengusulkan atau menganggarkan sekitar seribu rumah untuk masuk dalam program Rutilahu di 2025.
"Rencana tahun depan kami sudah anggarkan sekitar serinu unit yang akan diperbaiki. Dan ini (perbaikan rutilahu) makin lama makin turun, karena memang kodisi keuangan provinsi juga makin sulit. Sehingga untuk tahun depan kami hanya anggarkan sekitar seribuan," kata dia.



















