Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertemuan PDIP dan Demokrat, NasDem Jabar Minta Tak Saling Ganggu!

Pertemuan PDIP dan Demokrat, NasDem Jabar Minta Tak Saling Ganggu!
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Share Article

Bandung, IDN Times - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Jawa Barat (Jabar) ikut menanggapi soal rencana pertemuan PDIP dan Partai Demokrat. NasDem Jabar meminta para elite partai tersebut saling menghormati.

Partai Demokrat sendiri kini sudah masuk dalam Koalisi Perubahan, di mana koalisi ini sepakat ikut mendukung kader NasDem, Anies Baswedan sebagai bakal Calon Presiden 2024. Partai Koalisi Perubahan sendiri beranggotakan PKS, NasDem, Demokrat.

Namun, belakangan, PDIP mulai merayu Partai Demokrat dengan merencanakan mengagendakan beberapa pertemuan para elite partai. Menanggapi hal ini, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa mengatakan, pertemuan ini jangan sampai mengubah pilihan bakal calon presiden masing-masing.

"Demokrat sudah punya sikap dan pilihan politik, dan PDIP juga punya sikap dan itu berbeda maka penting ditegakkan namanya etika untuk saling menghormati, menghargai, terhadap sikap dan pilihan politik masing-masing," kata dia di Kantor DPW NasDem Jabar, Kota Bandung, pada Selasa (13/6/2023).

1. DPW NasDem Jabar minta jangan ganggu koalisi

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Apalagi, kata Saan, pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden sudah dekat dan tinggal hitungan bulan saja. Sehingga, Saan berharap kedua partai bisa saling menjaga dan tidak saling mengganggu dalam berpolitik.

"Jangan saling mengganggu apalagi ini pendaftaran calon presiden tinggal berapa bulan, Oktober, maka saling menghormati itu jadi penting dan menjaga perasaan partai itu penting," ungkapnya.

2. Saan sebut pertemuan itu hal biasa

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurutnya, bisa jadi rencana pertemuan PDIP dan Partai Demokrat hanya untuk menjalin silahturahmi saja, agar Pilpres 2024 bisa berlangsung aman dan damai. Saan juga merasa tidak masalah jika keduanya melakukan pertemuan.

"Namanya pertemuan, komunikasi politik, silaturahmi itu biasa. Semua partai punya komitmen bagaimana Pemilu 2024 berjalan baik dengan kondusif sejuk," ucap dia.

3. NasDem tidak mempermasalahkan AHY jadi Cawapres Ganjar

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Saan menegaskan, NasDem tidak mempermasalahkan jika hasil pertemuan kedua partai ini mendorong agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipinang menjadi wakil Ganjar Pranowo. Menurutnya, hal ini merupakan keputusan masing-masing partai.

"Kalau PDIP akhirnya memutuskan AHY jadi Cawapres ya bagus saja, silakan saja, berarti NasDem, PKS, berpikir ulang untuk mencari mitra koalisi baru agar Capres yang sudah dideklarasikan Anies Baswedan tetap bisa maju," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Femisida Paling Ekstrem

27 Jun 2026, 18:42 WIBNews