Penyerapan Tenaga Kerja di Jabar Naik, tapi 1,79 Juta Orang Nganggur

- Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat turun 0,10 persen menjadi 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang pada Februari 2026 menurut data BPS.
- Penyerapan tenaga kerja meningkat 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir dengan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap terbesar diikuti industri dan pertanian.
- Sebanyak 69,26 persen penduduk Jawa Barat berasal dari generasi Gen Z, Milenial, dan Post-Gen Z dengan total populasi mencapai 50,94 juta jiwa.
Bandung, IDN Times - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan 0,10 persen atau 1,79 juta orang. Angka tersebut diketahui berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat pada Februari 2026.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Jabar pada Triwulan I-2026 mencapai sebesar 5,79 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen pada periode yang sama.
"Sejalan dengan hal tersebut, TPT pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,64 persen atau sebanyak 1,79 juta orang, turun 0,10 persen poin dibandingkan Februari 2025," ujar Ari melalui keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
1. Pengangguran mencapai 1,79 juta orang

Sementara, jumlah penduduk usia kerja periode yang sama mencapai 39,47 juta orang. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 26,89 juta orang, dan yang bukan angkatan kerja mencapai 12,58 juta orang.
"Dari jumlah angkatan kerja sebanyak 26,89 juta orang, ada sebanyak 25,10 juta orang yang bekerja, dan 1,79 juta orang pengangguran," ucapnya.
Jawa Barat tercatat mengalami penambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir. Dan jumlah pengangguran turun sebanyak 20,79 ribu orang.
"Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak sebesar 21,81 persen, disusul oleh sektor Industri sebesar 18,32 persen, dan Pertanian sebesar 15,57 persen," tutur Ari.
2. Lulusan SD paling banyak bekerja

Lebih lanjut, Ari mengatakan, pekerja dengan statusnya buruh, karyawan, pegawai, sebesar 40,67 persen, sedangkan berusaha sendiri sebanyak 22,40 persen.
“Proporsi pekerja formal periode Februari 2026 sebanyak 11,09 juta orang atau 44,20 persen, sedangkan pekerja informal sebanyak 14,01 juta orang atau 55,80 persen," ucapnya.
Adapun berdasarkan tingkat pendidikan persentase penduduk bekerja paling tinggi SD sebanyak 8,58 juta orang atau 34,18 persen, diikuti SMP sebanyak 4,49 juta orang atau 17,87 persen, SMA sebanyak 4,40 juta orang atau 17,52 persen, dan SMK sebanyak 4,18 juta orang atau 16,66 persen.
"Sedangkan jenjang pendidikan tinggi yaitu Diploma I/II/III sebanyak 0,62 juta orang atau 2,46 persen, dan Diploma IV/S1/S2/S3 sebanyak 2,84 juta orang atau sebanyak 11,31 persen," tuturnya.
3. Jabar mayoritas Gen z

Di sisi lain, hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, mencatat jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 50,94 juta jiwa, naik 1,12 persen dibandingkan jumlah penduduk pada saat Sensus Penduduk 2020 yang sebanyak 48,27 juta jiwa.
Jumlah penduduk terbanyak berdasarkan generasinya yaitu gen zsebanyak 25,22 persen, Milenial sebanyak 24,76 persen, gen x sebanyak 19,85 persen, post gen z sebanyak 19,28 persen, dan baby boomer sebanyak 9,97 persen.
"Sekitar 69,26 persen penduduk Jawa Barat merupakan gen z, milenial dan post gen z," kata Ari.
















