Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Darurat Campak di Cirebon, Warga Bisa Berobat Gratis

Darurat Campak di Cirebon, Warga Bisa Berobat Gratis
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan layanan pengobatan gratis bagi seluruh warga terdampak KLB campak, termasuk yang belum memiliki BPJS, untuk mempercepat penanganan dan mencegah penyebaran penyakit.
  • Bupati Imron Rosyadi menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai langkah utama pencegahan campak serta mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan segera memeriksakan diri bila muncul gejala.
  • Dinas Kesehatan menetapkan empat kecamatan—Mundu, Sumber, Ciwaringin, dan Greged—berstatus KLB dengan puluhan kasus suspek dan positif, disertai pelaksanaan imunisasi kejar serta rencana vaksinasi lanjutan ORI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times- Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan penanganan kasus luar biasa (KLB) campak dilakukan secara gratis di seluruh rumah sakit milik pemerintah.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh masyarakat, termasuk warga yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya penularan penyakit yang rentan menyerang anak-anak.

1. Akses layanan tanpa BPJS

ilustrasi campak pada anak kecil (commons.wikimedia.org/CDC)
ilustrasi campak pada anak kecil (commons.wikimedia.org/CDC)

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menegaskan warga tidak perlu khawatir soal biaya saat mencari pengobatan. Ia meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat ketika mengalami gejala campak.

“Silakan masyarakat datang ke rumah sakit daerah. Bagi yang belum memiliki BPJS tetap akan dilayani. Yang penting segera berobat agar penanganan bisa cepat,” ujar Imron, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, percepatan akses layanan menjadi kunci untuk menekan risiko komplikasi akibat keterlambatan penanganan.

Imron pun menegaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bersama puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Ciwaringin, Mundu, dan Sumber.

Penguatan ini meliputi deteksi dini kasus, penanganan pasien, hingga pelacakan kontak. Selain itu, petugas kesehatan juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait gejala dan pencegahan campak.

"Upaya ini dinilai penting mengingat mobilitas warga yang tinggi dapat mempercepat penyebaran penyakit menular," jelas Imron.

2. Vaksinasi jadi kunci pencegahan

ilustrasi campak (freepik.com/Freepik)
ilustrasi campak (freepik.com/Freepik)

Di tengah upaya penanganan, pemerintah daerah juga menyoroti masih adanya keraguan sebagian orang tua terhadap imunisasi. Imron menegaskan vaksinasi merupakan langkah utama untuk melindungi anak dari campak.

“Jangan takut vaksin. Itu untuk kebaikan anak-anak kita. Orang tua harus memberikan pemahaman agar imunisasi bisa berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan cuaca dari kemarau ke penghujan turut meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, sehingga masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala.

3. Empat kecamatan masuk status KLB

ilustrasi campak (freepik.com/freepik)
ilustrasi campak (freepik.com/freepik)

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit Campak di empat kecamatan, yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin, dan Greged.

Penetapan ini dilakukan berdasarkan temuan kasus dalam pemantauan pekan ke-15 tahun 2026, meski secara umum wilayah kabupaten tidak dinyatakan KLB.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menyatakan penetapan status KLB bersifat terbatas pada wilayah tertentu yang menunjukkan peningkatan kasus. Ia menegaskan, kondisi ini tidak berlaku untuk seluruh daerah administrasi Kabupaten Cirebon.

“Secara umum Kabupaten Cirebon tidak KLB, tetapi ada empat kecamatan yang memang sudah kami tetapkan sebagai wilayah KLB,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan laporan resmi, Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspek dengan dua di antaranya terkonfirmasi positif. Kecamatan Sumber melaporkan 24 kasus suspek dengan lima kasus positif.

Sementara itu, Kecamatan Greged mencatat 33 kasus suspek dengan tujuh kasus positif, dan Ciwaringin mencatat 33 kasus suspek dengan sembilan kasus positif.

Dinas Kesehatan menyebut hingga saat ini belum terdapat laporan kematian akibat campak di wilayah terdampak. Penanganan dilakukan melalui pelaksanaan imunisasi kejar atau catch up campaign (CUC) yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan.

“Vaksinasi CUC sudah kami lakukan dengan capaian 95% di tingkat kabupaten,” kata Eni.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk kelompok usia yang lebih luas, yaitu 9 bulan hingga 13 tahun, sebagai bagian dari langkah lanjutan pengendalian kasus.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More