NasDem Karawang Benahi Rutilahu, Puluhan Rumah Kini Layak Huni

- Partai NasDem Karawang melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni sejak 2025 untuk membantu warga memiliki hunian yang aman dan sehat.
- Pada Mei 2026, puluhan warga di enam desa Kecamatan Telukjambe menjadi penerima manfaat setelah melalui proses pendataan dan verifikasi ketat.
- Dian Fahrud Jaman menyebut lebih dari 50 rumah telah diperbaiki melalui program aspirasi NasDem yang fokus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Karawang.
Karawang, IDN Times - Partai NasDem Karawang terus mendorong program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) sebagai salah satu program yang paling langsung menyentuh kebutuhan warga. Lewat program aspirasi yang berjalan sejak 2025, puluhan rumah warga di berbagai wilayah Karawang kini mulai berubah menjadi hunian yang lebih aman dan layak ditempati.
Program ini kembali berlanjut pada Mei 2026 dengan menyasar puluhan penerima manfaat di enam desa di Kecamatan Telukjambe. Perbaikan rumah dilakukan untuk warga yang selama ini tinggal dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan perbaikan tempat tinggal.
Ketua DPD Partai NasDem Karawang, Dian Fahrud Jaman, mengatakan program ini menjadi bentuk konkret kehadiran partai dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya soal hunian yang sehat dan aman.
1. Lanjutkan program rutilahu untuk warga kurang mampu

Dian menyebut program perbaikan rumah tidak layak huni ini sudah berjalan sejak 2025 dan terus dilanjutkan secara bertahap hingga pertengahan 2026.
Menurut dia, program ini difokuskan untuk membantu warga yang tinggal di rumah dengan kondisi rusak, tidak aman, dan belum memenuhi standar hunian layak.
“Sejak tahun 2025 lalu, kami telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 29 unit rumah warga. Program ini terus berlanjut secara intensif hingga memasuki pertengahan tahun 2026 ini,” ujar Dian saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Selasa (5/5/2026).
Pada periode Mei 2026, bantuan rutilahu kembali digulirkan untuk puluhan warga di wilayah Telukjambe. Program ini menyasar rumah-rumah warga yang sebelumnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi.
Bagi NasDem Karawang, program ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bagian dari upaya memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih manusiawi.
2. Puluhan warga di enam desa Jadi penerima

Pada tahap terbaru, program rutilahu menyasar penerima manfaat yang tersebar di enam desa di Kecamatan Telukjambe.
Rinciannya, Desa Mulyajaya mendapat empat penerima, Desa Karangmulya enam penerima, Desa Wanasari empat penerima, Desa Wanakerta empat penerima, Desa Mekarmulya empat penerima, dan Desa Karangligar empat penerima.
Warga penerima bantuan ini sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi yang dinilai tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.
Dian menegaskan, seluruh penerima telah melalui proses verifikasi agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Ia menyebut proses pendataan dilakukan secara ketat agar program aspirasi ini tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan pola ini, bantuan yang disalurkan diharapkan tak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kualitas hidup warga penerima.
3. Klaim sudah benahi lebih dari 50 rumah

Dian yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang menegaskan program rutilahu akan terus dikawal karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan akan hunian layak masih menjadi persoalan nyata yang dihadapi sebagian warga Karawang. Karena itu, program seperti ini dinilai harus terus berjalan dan diperluas.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Partai NasDem akan terus mengawal program-program aspirasi yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat,” katanya.
Jika diakumulasi dengan program serupa pada tahun-tahun sebelumnya, total rumah warga yang telah diperbaiki melalui program aspirasi NasDem di bawah kepemimpinan Dian Fahrud Jaman kini disebut telah menembus lebih dari 50 unit.
Capaian itu menjadi salah satu program sosial yang paling terlihat dampaknya di tingkat warga. Bagi penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar renovasi rumah, tetapi juga perubahan besar pada rasa aman dan kualitas hidup sehari-hari.


















