Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Jabar Minta Warga Potong Kurban di RPH, Berikut Alasannya

Pemprov Jabar Minta Warga Potong Kurban di RPH, Berikut Alasannya
ilustrasi hewan kurban (pexels.com/Mark Stebnicki)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemprov Jabar mengimbau warga memotong hewan kurban di RPH agar prosesnya lebih layak, higienis, dan memenuhi standar kesehatan hewan serta keamanan pangan.
  • RPH menyediakan pemeriksaan ketat sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan hewan bebas penyakit dan daging aman dikonsumsi masyarakat selama Idul Adha.
  • DKPP Jabar memproyeksikan peningkatan kebutuhan sapi 21 persen dan domba 19 persen pada Idul Adha 2026, dengan 70 persen pasokan hewan masih berasal dari luar provinsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyarankan agar masyarakat yang hendak berkurban saat Idulfitri Adha bisa memotong hewan kurbannya di Rumah Potong Hewan (RPH) terdekat. Hal ini dikarenakan proses pemotongan di RPH bisa lebih layak.

Selain lebih layak, pemotongan juga mengutamakan kelayakan dari hewan kurban itu sendiri. Dengan begitu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat mengimbau agar masyarakat mengutamakan memotong hewan di RPH.

"Kalau bisa, terutama untuk pemotongan hewan besar, sapi, potong di RPH. Meskipun saya juga tidak memungkiri, bahwa kurban itu adalah kesempatan untuk bersosialisasi dengan tetangga. Kita biasanya guyub," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar, Suprijanto, dikutip Senin (4/5/2026).

1. RPH melakukan cek kesehatan dan juga kelaikan daging untuk konsumsi

ilustrasi hewan kurban yang belum cukup umur (pexels.com/Elizabeth Tamara)
ilustrasi hewan kurban yang belum cukup umur (pexels.com/Elizabeth Tamara)

Suprijanto menuturkan, RPH dirancang khusus sebagai fasilitas pemotongan hewan dengan standar kesehatan yang lebih terjamin. Di lokasi tersebut, setiap hewan akan melalui serangkaian pemeriksaan ketat oleh petugas berwenang.

"Usahakan di RPH, karena di RPH itu dilakukan pengecekan oleh petugas. Baik itu pengecekan sebelum penyemblihan, apakah mengandung penyakit yang berbahaya atau tidak dan setelah disembelih pun, itu ada pengecekan lagi. Apakah dagingnya layak dikonsumsi atau tidak," katanya.

2. Masyarakat disarankan potong hewan kurban di RPH

Ilustrasi hewan kurban di Idul Adha. (IDN Times/Indah Permata Sari)
Ilustrasi hewan kurban di Idul Adha. (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dia menambahkan, proses pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan di RPH menjadi kunci, untuk memastikan hewan bebas penyakit serta daging yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat.

Dengan begitu, DKPP Jabar menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas RPH, terutama untuk hewan berukuran besar seperti sapi, demi menjaga standar kesehatan dan keamanan pangan selama perayaan Idul Adha.

"Jadi masyarakat disarankan untuk memotong hewan kurban di RPH," kata dia.

3. Permintaan hewan kurban di Jabar mengalami peningkatan

Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Suprijanto mengatakan, kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026, diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi kenaikan ini terjadi sejak 2017 lalu.

"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," kata Suprijanto.

Selain sapi, permintaan untuk domba juga berpotensi akan mengalami peningkatan di tahun ini. DKPP Jabar melihat peluang kenaikannya berada di kisaran 19 persen atau sekitar 223.800 hewan pada tahun ini.

"Kambing diproyeksikan turun. Sekitar lima persen. Dari sebelumnya 63 ribuan, sekarang 60 ribuan," kata dia.

Meski begitu, Suprijanto menyampaikan, Jabar belum mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri, dan membutuhkan beberapa dari luar provinsi lainnya.

"70 persen masih dipasok dari luar Jabar. Antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," tuturnya.

Suprijanto melanjutkan, dari sekitar 450 ribuan hewan yang akan didistribusi untuk kurban Idul Adha tahun ini, mayoritas menuju Kota Bandung, dibandingkan beberapa daerah lainnya yang ada di Jawa Barat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More