Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ITB–Boeing Kerja Sama untuk Bangun Ekosistem Dirgantara Indonesia

ITB–Boeing Kerja Sama untuk Bangun Ekosistem Dirgantara Indonesia
ITB–Boeing Kerja Sama untuk Bangun Ekosistem Dirgantara Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • ITB dan Boeing resmi bekerja sama melalui program Build untuk membangun ekosistem dirgantara Indonesia, menghubungkan kampus, startup, dan industri dengan dukungan pemerintah.
  • Boeing menekankan pentingnya investasi pada talenta dan pendidikan STEM agar kolaborasi ini menjadi model nasional yang memperkuat hubungan universitas–industri di seluruh Indonesia.
  • Kemendikti menilai kerja sama ITB–Boeing sebagai model ideal yang membuka peluang riset, magang, serta akses ke rantai pasok global industri dirgantara berbasis inovasi dan kebutuhan pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Boeing melalui program Build (Boeing University Innovation Leadership Development). Kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem dirgantara di Indonesia yang selama ini dinilai belum terhubung kuat antara kampus, startup, dan industri besar.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menuturkan, kerja sama ini juga mendapat dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Fokusnya bukan hanya pada pendidikan, tetapi juga riset, pengembangan talenta, hingga membuka jalan bagi inovasi agar bisa masuk ke industri secara nyata.

“Boeing hadir sebagai jangkar yang akan memberikan mentoring dan membantu membangun ekosistem, sehingga peluang keberhasilan inovasi sampai ke hilir bisa lebih tinggi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

1. Inovasi dari hulu ke hilir harus berjalan dengan baik

WhatsApp Image 2026-05-04 at 11.35.48.jpeg
ITB–Boeing Kerja Sama untuk Bangun Ekosistem Dirgantara Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Tatacipta menjelaskan, program Build dirancang untuk menjawab masalah klasik di dunia inovasi Indonesia: banyak ide berhenti di tahap konsep. Lewat kolaborasi ini, mahasiswa, alumni, hingga startup akan terhubung langsung dengan industri.

Peran Boeing tidak hanya sebagai mitra, tetapi juga mentor yang membantu membentuk ekosistem inovasi. Dengan begitu, gagasan teknologi bisa berkembang menjadi produk yang siap digunakan di industri.

Salah satu alasan utama kerja sama ini adalah minimnya ekosistem industri dirgantara di Indonesia. Tatacipta menyebut, di negara seperti Malaysia sudah ada lebih dari 200 perusahaan yang terhubung dengan Boeing, sementara Indonesia masih sangat terbatas.

Padahal, penggunaan pesawat Boeing di Indonesia cukup tinggi. Kondisi ini dinilai belum seimbang dengan ketersediaan industri pendukung di dalam negeri. Prof Tata juga menyinggung masa kejayaan dirgantara Indonesia pada era B. J. Habibie, yang saat itu sudah memiliki fondasi kuat, tapi belum diikuti pertumbuhan ekosistem industri secara luas.

2. Boeing ingin jadikan kolaborasi ini standar nasional

WhatsApp Image 2026-05-04 at 11.35.48 (2).jpeg
ITB–Boeing Kerja Sama untuk Bangun Ekosistem Dirgantara Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Managing Director Boeing untuk Indonesia, Indra Duivenvoorde, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses diskusi panjang lebih dari satu tahun. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta ITB dalam membangun fondasi kolaborasi ini.

“Kami benar-benar percaya bahwa ketika ingin memperluas ekosistem di Indonesia, ini bukan hanya tentang pesawat baru. Ini tentang universitas dan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan penerbangan,” ujarnya.

Menurutnya, kunci utama dari pengembangan ekosistem tersebut adalah investasi pada talenta, khususnya melalui pendidikan STEM. Indra berharap, kolaborasi ini tidak berhenti di satu institusi, tetapi bisa menjadi model nasional yang mendorong kerja sama lebih erat antara industri dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

3. Model kerja sama ini jadi kolaborasi ideal

WhatsApp Image 2026-05-04 at 11.35.48 (1).jpeg
ITB–Boeing Kerja Sama untuk Bangun Ekosistem Dirgantara Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek, Fauzan Adziman, menilai kolaborasi ini sebagai model ideal antara kampus dan industri. Menurutnya, kerja sama ini mencakup banyak aspek, mulai dari pendidikan, riset, hingga peluang magang yang terhubung langsung dengan industri.

“Ini tonggak penting. Industri besar seperti Boeing sudah percaya bekerja sama dengan ITB, dan ini harus diperluas secara nasional,” kata Fauzan.

Ia menambahkan, sektor dirgantara menjadi akar bagi banyak inovasi teknologi lain karena tingkat kompleksitasnya yang tinggi.

Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok global industri dirgantara. Tidak hanya terkait pesawat, tetapi juga sistem elektronik, logistik, material, hingga bahan bakar berkelanjutan seperti SAF.

"Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari sisi sumber daya alam, terutama nikel yang menjadi bahan penting dalam pengembangan material pesawat seperti superalloy," kata dia.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan industri, riset dan inovasi yang dihasilkan diharapkan lebih relevan dan langsung terserap pasar. Program ini juga diharapkan melahirkan startup dan perusahaan baru yang memperkuat ekosistem dirgantara nasional.

Ke depan, kolaborasi ini tidak hanya menjadi program kampus, tetapi fondasi untuk membangun kembali kejayaan industri dirgantara Indonesia di tingkat global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More