Serikat Buruh Kecam Aksi Anarkis Saat May Day di Kota Bandung

- Serikat buruh Bandung mengecam keras aksi anarkis saat May Day 2026 dan menegaskan pelaku bukan bagian dari anggota serikat pekerja.
- Peringatan May Day diisi kegiatan kolaboratif antara buruh, pengusaha, dan pemerintah untuk memperkuat sinergi serta menjaga hubungan industrial tetap harmonis.
- Sebanyak 14 serikat pekerja menunjukkan solidaritas melalui Gebyar May Day dengan kegiatan positif seperti jalan sehat dan gerakan kebersihan Bandung Asri.
Bandung, IDN Times - Serikat pekerja di Kota Bandung mengecam keras aksi anarkis yang terjadi pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 di sejumlah titik. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan dilakukan oleh buruh maupun anggota serikat pekerja.
Ketua Panitia Gebyar May Day 2026, Hermawan menyatakan, serikat buruh berkomitmen menjaga Kota Bandung kondusif dan tidak terlibat dalam aksi yang merusak ketertiban.
“Kami mengecam keras tindakan anarkis yang terjadi. Itu bukan bagian dari kami. Serikat buruh di Kota Bandung berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
1. Buruh selalu aksi dengan kondusif

Ia menjelaskan, pada peringatan May Day, ribuan buruh dari Kota Bandung mengikuti kegiatan secara tertib, termasuk yang berangkat ke Jakarta. Oleh karena itu, pihaknya memastikan, orang-orang yang terlibat dalam aksi kericuhan berada di luar unsur serikat pekerja.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana. Ia menegaskan, kejadian yang terjadi pada 1 Mei tersebut bukan dilakukan oleh buruh maupun anggota serikat pekerja.
“Kejadian di beberapa titik itu berada di luar unsur serikat buruh. Harapannya, Kota Bandung tetap kondusif dan hubungan industrial tetap terjaga dengan baik,” katanya.
2. Buruh di Bandung baru orasi hari ini

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kota Bandung diisi dengan semangat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Melalui kegiatan Gebyar May Day yang digelar di Balai Kota Bandung, di mana ratusan pekerja mengikuti rangkaian kegiatan yang menekankan sinergi dan kebersamaan.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan, peringatan May Day menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
“Melalui momentum ini, mari kita pererat kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai fasilitator untuk bersama-sama mewujudkan Bandung yang unggul,” ujarnya.
3. Bentuk solidaritas serikat pekerja

Ketua Panitia Gebyar May Day 2026, Hermawan menerangkan, kegiatan ini mencerminkan soliditas serikat pekerja di Kota Bandung. Sebanyak 14 serikat pekerja yang terlibat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas kota.
“Kami ingin menunjukkan, serikat buruh di Kota Bandung solid, kuat, dan siap menjaga kota tetap kondusif,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan jalan sehat yang melibatkan ratusan pekerja serta aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri” sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi yang terus dijaga, peringatan May Day di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan kondusif antara buruh, pelaku usaha, dan pemerintah, sekaligus mendorong kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.















