Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Persidangan Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Memanas

Viral Persidangan Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Memanas
Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)
Intinya Sih
  • Sidang kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu memanas setelah terdakwa Ririn Rifanto berteriak menyebut nama pelaku dan mengaku disiksa usai sidang di PN Indramayu.
  • Kuasa hukum Ririn, Toni RM, menilai jaksa tidak adil karena tidak menghadirkan saksi mahkota Priyo Bagus Setiawan yang tercatat dalam berkas perkara dan dianggap mengetahui detail kejadian.
  • Toni meyakini Ririn tidak terlibat pembunuhan karena tak ada saksi yang melihatnya melakukan aksi tersebut, meski ditemukan sidik jarinya di lokasi kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Indramayu, IDN Times- Proses sidang kasus pembunuhan sekeluarga sebanyak lima orang di Indramayu mencuri perhatian warganet. Beredar di media sosial tayangan video keributan di pengadilan, saat terdakwa Ririn Rifanto selesai mengikuti sidang di PN Indramayu, Rabu (29/5/2026).

Dalam video singkat itu, Ririn menyebutkan nama orang-orang yang diduga pelaku pembunuhan. Dia juga mengaku kakiknya patah lantaran disiksa. Dalam video tersebut, Ririn didampingi pengacaranya yakni Toni RM

1. Pemicu keributan

Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)
Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)

Dihubungi IDN Times, Toni membenarkan situasi sedikit panas. Video diambil setelah sidang selesai dan Ririn akan dibawa ke mobil tahanan.

"Setelah selesai sidang, ketok palu, sudah selesai sidangnya itu. Mau dibawa ke mobil tahanan, baru Ririn teriak," kata Toni.

Dijelaskan Toni, kliennya kecewa lantaran terdakwa lain yakni Priyo Bagus Setiawan tidak dihadirkan untuk dimintai keterangan dalam sidang. Padahal, Priyo merupakan saksi mahkota dalam kasus itu.

"Marahnya Ririn bersama kami juga, karena sikap jaksa yang tidak mau menghadirkan saksi Priyo," kata dia.

2. Priyo masuk dalam daftar berkas perkara sebagai saksi

Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)
Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)

Kekecewaan pihak terdakwa mengingat sebelumnya, Priyo masuk dalam dalam daftar saksi yang tercatat pada berkas perkara Ririn. Namun, dalam perjalanannya Priyo tidak pernah dihadirkan oleh jaksa.

"Di berkas perkaranya Ririn, ada 32 saksi. Di antaranya ada saksi Priyo itu. Tetapi Priyo ini tidak mau dihadirkan oleh jaksa. Kan sidangnya di-split. Kalau sidangnya Ririn maka Priyo jadi saksi. Kalau sidang Priyo maka Ririn jadi saksi," jelas dia.

Toni menilai, kesaksian Priyo sangat penting bagi Ririn. Menurutnya Priyo mengetahui sepenuhnya siapa pelaku pembunuhan keji di Indramayu.

"Padahal kami ini menunggu-nunggu Priyo ini. Yang mengetahui, yang menyaksikan pembunuhan, siapa pelakunya, bagaimana cara membunuhnya. Berharap terbukalah fakta yang sebenarnya. Tetapi oleh jaksa, ini tidak dihadirkan. Kan aneh," papar dia.

3. Toni yakin Ririn tidak terlibat

Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)
Terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu, Ririn bersama pengacaranya. (Tangkapan layar YouTube Pengacartoni)

Toni meyakini kliennya tidak terlibat dalam peristiwa pembunuhan. Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi yang sudah dihadirkan dalam pengadilan.

"Sampai 21 saksi kemarin yang dihadirkan oleh jaksa, satu pun tidak ada saksi yang melihat, yang mengetahui, terdakwa Ririn melakukan pembunuhan," tegas dia.

Dalam kasus itu, lanjut Toni, memang ditemukan sidik jari Ririn. Namun, keberadaan sidik jari itu tidak lantas diartikan Ririn terlibat dalam pembunuhan. "Hanya ada sidik jari, di TKP di rumah korban. Itu pun sidik jari tidak menunjukkan Ririn melakukan pembunuhan. Hanya ada di pintu geser," ungkap dia.

Berdasarkan keterangan Priyo di luar sidang, Ririn memang sempat mendatangi rumah korban. Namun, itu dilakukan di luar peristiwa tragis itu.

"Dan memang menurut Priyo, Ririn karena temannya Budi (salah satu korban), sebelum kejadian di situ. Dan setelah kejadian juga ke situ," papar dia.

"Tapi kan Priyo ini menutupi. Karena Priyo ini diminta oleh pelaku yang sebenarnya, jangan buka rahasia ke Ririn. Dan Priyo juga memang tidak melakukan, cuma menyaksikan," lanjut Toni.

"Nah, biasanya, teman pelaku inilah yang akan mengatakan. Di sidang-sidang kasus lain nih. Tapi ini jaksa tidak mau. Padahal kan datangkan saja untuk memberatkan Ririn, gak masalah. Cuma, jaksa memutuskan tidak mau menghadirkan," jelasnya.

4. Toni tegaskan akan kejar keterangan dari Priyo

ilustrasi sidang (pexels.com/Sora Shimazaki)
ilustrasi sidang (pexels.com/Sora Shimazaki)

Proses persidangan hingga saat ini masih dalam agenda keterangan saksi. Sidang selanjutnya dijadwalkan akan menghadirkan saksi ahli. Jika Priyo benar-benar tidak dihadirkan, Toni mengaku masih ada kesempatan untuk mencari keterangan Priyo secara resmi.

"Meskipun jaksa tidak mau menghadirkan saksi mahkota, tetap saja kesempatan saya dan hakim menanyakan kepada Priyo itu, ada. Nanti ketika Priyo diperiksa sebagai terdakwa," kata dia

"Kan ada kesempatan jaksa bertanya, ada kesempatan advokat bertanya. Ada kesempatan hakim bertanya. Di situ juga, akan dipertanyakan juga. Akan saya tanyakan juga peristiwa sebenarnya," lanjut dia.

Toni berharap, melalui keterangan Priyo, fakta pembunuhan lima orang dalam satu keluarga bisa terungkap. "Maka akan terungkap juga bahwa BAP itu adalah hasil rekayasa yang disutradarai oleh penyidik. Dengan melakukan kekerasan terlebih dahulu, Ririn patah, Priyo kakiknya bengkok," papar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More