20 CCTV di Kota Bandung Rusak Imbas Aksi Massa, Pelaku Pakai Baju Hitam

- Sebanyak 20 kamera CCTV di kawasan Jalan Cikapayang hingga Pasteur lumpuh total akibat kerusakan node controller setelah aksi ricuh May Day di Kota Bandung.
- Kapolda Jabar Irjen Rudy Setiawan menyayangkan aksi anarkis massa berpakaian hitam yang merusak fasilitas umum seperti videotron, CCTV, dan pos polisi.
- Polisi menindak tegas massa perusuh yang dianggap sebagai kelompok kriminal serta telah menangkap beberapa orang terkait perusakan saat perayaan May Day.
Bandung, IDN Times - Sejumlah fasilitas publik di Jalan Cikapayang hingga Jalan Tamansari, Kota Bandung rusak akibat pasca aksi ricuh May Day yang diduga dilakukan sekelompok massa berpakaian hitam pada Jumat (1/5/2026) malam.
Oknum massa berpakaian hitam turut merusak videotron, CCTV dan membakar pos polisi. Berdasarkan kondisi terkini, petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan menutup area yang terbakar menggunakan spanduk putih.
Beberapa petugas lainnya terpantau tengah mengecat tiang penyangga flyover Pasopati yang menjadi sasaran vandalisme. Selain itu, node controller atau pusat penghubung pengawasan CCTV dirusak hingga tidak berfungsi.
1. CCTV di Jalan Cikapayang hingga Pasteur lumpuh total

Kepala teknisi ATCS Dishub Kota Bandung Rustandi Arvey mengatakan, node controller yang berada di trotoar Jalan Tamansari berfungsi sebagai pengatur CCTV yang berada di sepanjang jalan hingga Pasteur. Saat ini, Dishub tidak bisa mendeteksi kendaraan yang melintas karena adanya kerusakan.
"Kurang lebih ada sekitar 20 kamera CCTV yang tidak berfungsi dan terputus, dari Jalan Pasteur hingga Jalan Tamansari," ucap Rustandi, Sabtu (2/5/2026).
Meski rusak parah, Rustandi memastikan tidak ada komponen CCTV yang hilang di dalam node controller. "Sudah mati total lumpuh," ucapnya.
2. Polisi sayangkan adanya aksi anarkis saat perayaan May Day di Bandung

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Rudy Setiawan turut menyayangkan terjadinya kericuhan yang dilakukan massa tersebut. Padahal, di Sumedang dan wilayah lainnya kericuhan tak terjadi meski digelar aksi.
"Ini kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam, tutup muka, membawa molotov, dan melakukan perusakan-perusakan fasilitas umum," kata Rudi.
3. Sebut oknum massa aksi berpakaian hitam tersebut sebanyak kelompok kriminal

Atas tindakan anarkis tersebut, polisi melakukan tindakan tegas terukur kepada massa yang berbuat kericuhan. Meski belum menyebut jumlah secara rinci, dia memastikan ada beberapa orang yang ditangkap.
"Ini sangat membahayakan sekali apa yang dilakukan oleh mereka. Maka saya mengatakan bahwa ini kelompok-kelompok kriminal. Kita mengimbau mereka membubarkan diri. Dan tentunya kami mengamankan para pelaku-pelaku yang melakukan perusakan," pungkasnya.








![[QUIZ] Izin Daycare di Jabar Perlu Diperketat, Kamu Tim Setuju atau Ribet?](https://image.idntimes.com/post/20250508/snapins-ai-2950734148781659893-f3e9ef7c1df10decd9d6ac98416f8a90.jpg)








