Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dedi Mulyadi Soroti Retaknya Penyangga Overpass Rancaoray Bandung

Dedi Mulyadi Soroti Retaknya Penyangga Overpass Rancaoray Bandung
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyoroti retaknya penyangga Overpass Rancaoray Bandung dan berencana turun langsung memperbaikinya karena kondisi dianggap membahayakan warga.
  • Pemprov Jabar akan mengintegrasikan seluruh jalan di perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung, serta mengoordinasikan kepala daerah untuk membahas perbaikan infrastruktur.
  • Warga sekitar merasa cemas dengan kondisi overpass yang retak karena menjadi satu-satunya akses utama ke Kota Bandung dan sering dilalui kendaraan berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi turut menyoroti retaknya penyangga overpass atau jalan layang penghubung antara wilayah Rancasari, Kota Bandung dan Rancaoray, Kabupaten Bandung. Warga sekitar pun resah dengan kondisi penyangga overpass yang dinilai memprihatinkan.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan turun langsung untuk memperbaiki retakan pada jalan layang yang berlokasi di atas Tol Padalarang–Cileunyi (Tol Padaleunyi) itu.

"Kami perbaiki. Kemudian kan nanti saya mau integrasikan seluruh jalan kawasan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," kata Dedi, dikutip Sabtu (2/4/2026).

1. jalan layang itu menjadi satu-satunya akses menuju Kota Bandung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. P Aditya

Berdasarkan informasi yang didapatkan IDN Times, pembangunan jembatan penghubung ini menjadi tanggung jawab dari PT Jasa Marga. Adapun selain masyarakat sekitar, sejumlah mobil berat seperti truk pengangkut pasir dan juga material bangunan lainnya memang sering melewati jalan ini.

Di sisi lain, ada akses yang bisa dilewati oleh truk, yaitu memutar melalui Jalan Bojongsoang, atau tepatnya Cikoneng. Namun, mobil muatan jumbo ini memilih lewat Overpass Rancaoray karena lebih cepat.

Sementara, kondisi perumahan di wilayah sekitar Jalan Rancaoray ini sudah semakin padat, mulai dari Griya Bandung Indah (GBI), G-Land Ciwastra Park, dan beberapa komplek baru lainnya. Bagi warga di wilayah tersebut, jalan layang itu menjadi satu-satunya akses menuju Kota Bandung.

2. Semua jalan di perbatasan akan diintegrasikan

IMG_20260127_165404.jpg
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Meski begitu, Dedi belum membeberkan secara rinci kapan pengerjaan ini akan dilakukan. Dia hanya menyebut, Pemprov Jabar segera melakukan perbaikan jalan-jalan perbatasan di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

"Nanti kan saya integrasikan semuanya sehingga ini menjadi hamparan kawasan," kata dia.

Di sisi lain, Pemprov Jabar juga berencana akan mengumpulkan sejumlah kepala daerah untuk melakukan koordinasi pada pekan depan. Dedi mengatakan, semua persoalan akan dibahas termasuk soal kondisi jalan.

3. Masyarakat was-was takut jalan layang ambruk

Ilustrasi jalan layang di Kota Bandung. IDN Times/Azzis Zulkhairil
Ilustrasi jalan layang di Kota Bandung. IDN Times/Azzis Zulkhairil

Sementara warga G-Land Ciwastra Park, Ridwan Abdul Malik mengaku, setiap harinya melalui jalan layang tersebut untuk beraktivitas. Dia pun merasa resah melihat kondisi retakan pada jalan layang itu.

Dia berharap, pemerintah dan pihak terkait lainnya bisa cepat memperbaiki karena akses tersebut satu-satu untuk menuju Kota Bandung tersebut. "Setiap hari lewat situ karena tidak ada akses cepat lainnya. Saya lihat itu juga sempit jalannya, kalau nantinya diperbaiki saya minta untuk dilebarkan," jelas Ridwan.

Pelebaran kata Ridwan diperlukan karena kasus kecelakaan sudah banyak terjadi di wilayah tersebut. Akibatnya, terjadi kemacetan yang serius hingga ke wilayah Jalan Derwati.

"Sudah banyak yang kecelakaan, dampaknya macet panjang. Kasian kalau bawa anak, membahayakan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More