Pelatih Persib Geram dengan Bhayangkara yang Tuduh Marc Klok Rasis

- Pelatih Persib Bojan Hodak menolak tudingan rasisme terhadap Marc Klok dan menegaskan wasit serta pemain lain tidak mendengar ucapan bernada rasial selama laga melawan Bhayangkara FC.
- Bhayangkara FC tetap bersikeras bahwa Henry Doumbia menerima serangan rasial dari Klok, bahkan mengirim surat resmi ke penyelenggara kompetisi untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.
- Marc Klok membantah keras tuduhan itu, menjelaskan ucapannya disalahartikan dan telah mengklarifikasi langsung kepada pihak Bhayangkara dengan sikap tenang serta saling meminta maaf.
Bandung, IDN Times - Suasana pasca laga Bhayangkara FC lawan Persib Bandung di pekan 30 Super League 2025/26 memanas. Kapten Persib, Marc Klok, dituding telah melancarkan serangan rasial kepada salah satu pemain Bhayangkara FC.
Dalam pernyataan resminya, Bhayangkara mengklaim Klok menyerang pemainnya, Henry Doumbia, secara rasial. Hal itu, sempat bikin Wahyu Subo Seto naik pitam setelah mendengar pernyataan dari Doumbia.
Terkait hal ini pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menilai bahwa apa yang dilakukan Bhayangkara tidak tepat. Sebab, dia pun sudah memastikan tidak ada isu rasisme yang dilancarakan Klok kepada pemain manapun.
"Di sana ketika ada Marc dan Henry ada juga wasit. Dan kita tahu wasit itu track recordnya kita tahu bukan hanya nasional, tapi juga internasional. Ketika Marc benar melakukan rasis dia pasti akan segera mengeluarkan kartu merah dan langsung mengeluarkan Marc (dari lapangan)," ujar Bojan dalam konferensi pers jelang laga melawan PSIM, Minggu (3/5/2026).
1. Sejumlah pemain pun tak membenarkan

Selain itu, Bojan pun telah bertanya kepada sejumlah pemain termasuk dari Bhayangkara mengenai dugaan rasis dari Klok. Namun, tidak ada satu pemain pun yang membenarkan dugaan tersebut.
"Ada beberapa pemain di situ dan saya tanya pemain apakah mendengar Marc berbicara seperti itu (rasis), tapi tidak ada," ungkap Bojan.
Dia justru menyesalkan adanya surat dari Bhayangkara yang dilayangkan ke penyelenggaran kompetisi mengenai dugaan tersebut padahal sejuah ini tidak jelas apakah memang benar ada rasis atau tidak kepada Henry.
2. Bhayangkara tetap nilai ada rasisme

Laga pekan 30 Super League 2025/26 antara Bhayangkara FC dan Persib Bandung tak cuma seru di dalam lapangan. Diduga, ada serangan berbau rasial yang dilakukan oleh salah satu pemain di laga tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi Bhayangkara FC, diduga serangan rasial dilancarkan oleh kapten Persib, Marc Klok, kepada salah satu pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia. Hal ini yang membuat Wahyu Subo Seto berang.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Wahyu mengonfrontasi Klok selepas laga. Pernyataan resmi Bhayangkara FC menyebut Wahyu ingin mengonfirmasi kepada Klok apakah benar melakukan tindakan rasis.
"Di akhir babak pertama, Henry Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim. Mendengar laporan yang disampaikan Henry, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan, Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok," tulis Bhayangkara FC dalam pernyataannya.
3. Klok sudah klarifikasi

Dalam pernyataan resminya, Klok membantah tegas tudingan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, tak pernah ada aksi atau tindakan rasisme yang dilancarkan kepada Doumbia di laga itu.
"Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya. Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang," ujar Klok.
Klok mengungkapkan, saat Persib memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di babak pertama, Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan laga dengan kick-off. Di situlah, Klok mengucapkan kata-kata yang akhirnya disalahartikan.
"Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'. Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Dia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata 'black'," kata Klok.















