Jemaah KJT 14 Wafat Usai Tiba di Tanah Suci, Pemerintah Siapkan Badal Haji

- Satu jemaah Kloter KJT 14 wafat sesaat setelah tiba di Bandara Madinah akibat penurunan kondisi kesehatan mendadak meski sempat mendapat penanganan medis darurat.
- Pemerintah menyiapkan skema badal haji agar ibadah almarhum tetap terlaksana, dengan pelaksanaan diwakilkan oleh petugas haji yang telah memenuhi syarat.
- Identitas dan riwayat kesehatan jemaah belum diumumkan, menunggu rilis resmi dari Kementerian Agama setelah seluruh prosedur administratif dan izin otoritas kesehatan selesai.
Bandung, IDN Times - Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji Kloter KJT 14. Satu jemaah dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED), Madinah, Arab Saudi. Jemaah dinyatakan meninggal dunia setalah mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis.
Jemaah tersebut sempat mendapatkan penanganan cepat dari petugas kesehatan setibanya di bandara. Namun, setelah dirujuk ke rumah sakit terdekat, nyawanya tak tertolong.
Informasi ini dikonfirmasi Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir. Ia menyebut jemaah tersebut mengalami kondisi drop tak lama setelah mendarat.
1. Jemaah sempat drop usai mendarat

Abdul Basir mengatakan, jemaah dari Kloter KJT 14 itu mengalami penurunan kondisi kesehatan secara mendadak setibanya di bandara.
Melihat kondisi yang memburuk, petugas kesehatan yang berjaga langsung melakukan penanganan awal di lokasi sebelum akhirnya merujuk jemaah tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis lebih lanjut.
Meski sempat mendapatkan penanganan darurat, kondisi jemaah tidak tertolong.
“Informasinya tadi dini hari beliau meninggal dunia. Kita doakan mudah-mudahan beliau meninggal dalam keadaan husnul khotimah, keluarganya diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Basir.
Kabar wafatnya jemaah ini menjadi duka bagi rombongan Kloter KJT 14, terutama karena peristiwa terjadi tak lama setelah tiba di Tanah Suci.
2. Pemerintah siapkan skema badal haji

Basir memastikan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab ibadah jemaah tersebut melalui skema badal haji.
Skema ini memungkinkan ibadah haji jemaah yang wafat tetap dilanjutkan dan diwakilkan oleh orang lain yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan badal.
Menurut Basir, pelaksanaan badal haji akan dijalankan oleh petugas haji yang sebelumnya sudah menunaikan ibadah haji.
“Pemerintah akan melaksanakan kewajibannya untuk membadalkan haji beliau, melalui para petugas haji yang sudah berhaji,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan hak ibadah jemaah tetap ditunaikan, meski yang bersangkutan meninggal dunia sebelum seluruh rangkaian ibadah selesai.
3. Identitas jemaah menunggu rilis resmi

Hingga kini, pihak penyelenggara belum membuka identitas lengkap jemaah yang meninggal, termasuk riwayat penyakit yang bersangkutan.
Basir mengatakan informasi detail terkait identitas dan kondisi medis jemaah akan disampaikan secara resmi oleh Kementerian Agama RI setelah seluruh prosedur administratif dan izin dari otoritas kesehatan selesai dilakukan.
Pihak penyelenggara memilih menahan informasi tersebut sementara waktu untuk menghormati prosedur dan pihak keluarga.
Dengan demikian, publik diminta menunggu keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai identitas lengkap jemaah maupun riwayat kesehatannya.
Di tengah kabar duka ini, pemerintah memastikan penanganan jemaah tetap berjalan sesuai prosedur, termasuk memastikan hak ibadah almarhum tetap ditunaikan melalui skema badal haji.
















