Cerita Kurir JNE Dibegal di Bandung, Niat Neduh Berujung Nyaris Ditusuk

- Seorang kurir bernama Hasan Al Nazhari dibegal di Jalan Maksudi, Bandung, saat berteduh dari hujan dan didatangi empat pelaku yang berpura-pura meminta plastik.
- Pelaku menodongkan pisau ketika Hasan tak memiliki plastik, membuat korban panik dan melarikan diri sementara motor serta paket kirimannya dibawa kabur.
- Polisi berhasil menangkap dua dari empat pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran untuk mengungkap motif kejahatan.
Bandung, IDN Times - Hasan Al Nazhari (25) tak pernah menyangka, niat sederhana untuk berteduh saat hujan justru berubah menjadi pengalaman paling mencekam dalam hidupnya. Kurir paket itu menjadi korban pembegalan di Jalan Maksudi, Astanaanyar, Kota Bandung, Minggu (3/5/2026) siang.
Saat kejadian, kondisi jalan relatif sepi karena hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Hasan yang berhenti di pinggir jalan untuk menghindari hujan, justru didatangi sekelompok pelaku yang memanfaatkan situasi lengang.
“Awalnya saya neduh, hujan lebat, saya neduh di pinggiran rumah. Selang beberapa menit, pelaku datang dengan 1 motor dan disusul lagi oleh temannya 1 motor,” ujar Hasan, Minggu (3/5//2026) malam.
1. Modus minta plastik, pelaku tiba-tiba todongkan pisau

Hasan menuturkan, awalnya ia tidak menaruh curiga saat dua sepeda motor datang menghampirinya. Namun situasi berubah ketika salah satu pelaku mendekat dan berbicara langsung.
Ia mengatakan, pelaku yang berjumlah empat orang berpura-pura meminta bantuan. Salah satu dari mereka meminta plastik untuk melindungi ponsel dari hujan.
“Kejadiannya, pelaku 4 orang, yang satu menghadap saya dan bilang, untuk meminta plastik untuk HP agar tidak kehujanan,” ujarnya.
Saat Hasan menjawab tidak memiliki plastik, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan menodongkannya.
“Saya jawab, saya tidak punya plastik dan pelaku tersebut mengeluarkan pisau dan menodongnya ke saya,” katanya.
2. Karena takut korban lari selamatkan diri

Situasi mendadak mencekam, Hasan mengaku nyaris menjadi korban penusukan ketika pelaku mengayunkan pisau lipat ke arahnya. Dalam kondisi panik, ia memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Ia juga tidak sempat meminta bantuan warga karena hujan deras membuat situasi semakin sepi.
Sementara itu, para pelaku dengan cepat mengambil alih sepeda motor dan paket yang hendak diantarkan. Dari total barang yang dibawa, hampir semuanya raib.
“Sisa itu 13, cuma 12 dibawa sama pelaku dan satu masih teramanin,” ujarnya.
Hasan juga mengaku tidak merasa diikuti sebelum kejadian. Ia menduga para pelaku datang dari arah Jalan Pabaki menuju Jalan Maksudi, lalu melarikan diri ke arah Jalan Haji Topek setelah beraksi.
“Iya, baru pertama kali saya kejadian seperti ini,” katanya.
3. Polisi tangkap dua pelaku, dua lainnya sedang diburu

Meski mengalami kejadian traumatis, Hasan bersyukur dirinya selamat. Ia juga mengapresiasi gerak cepat kepolisian yang berhasil menangkap sebagian pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Yang pertama, ya berterima kasih kepada Polsek Astana Anyar, pelaku sudah tertangkap sebelum 24 jam. Meskipun pelaku tertangkap, cuma hanya 2 orang,” ujarnya.
Ia berharap dua pelaku lainnya segera ditangkap dan barang miliknya bisa kembali.
“Untuk ke depannya, semoga 2 orang berikutnya, tertangkap lebih cepat lagi dan barang-barang motor paket kembali dengan utuh,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal S membenarkan pihaknya telah mengamankan dua pelaku. Polisi kini masih memburu dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
“Udah tadi baru ketangkap 2 orang di Pasir Koja,” kata Fetrizal.
Berdasarkan pemeriksaan kamera pengawas, aksi tersebut dilakukan secara berkelompok dengan total empat pelaku. Saat ini, dua pelaku yang tertangkap masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap motif serta keberadaan pelaku lainnya.
“Lagi nyari 2 lagi. Kami masih lidik,” ucapnya.

















