2 dari 4 Pelaku Begal Kurir JNE di Bandung Ditangkap

- Dua dari empat pelaku begal kurir JNE di Astanaanyar, Bandung, berhasil ditangkap polisi di Pasir Koja pada hari yang sama berkat bantuan warga sekitar.
- Aksi pembegalan terjadi saat hujan deras ketika korban berteduh; pelaku berpura-pura minta bantuan sebelum mengancam dengan senjata tajam dan membawa kabur motor serta paket.
- Polisi menyita pisau lipat sebagai barang bukti dan masih memburu dua pelaku lain sambil mendalami peran masing-masing dalam kasus ini.
Bandung, IDN Times - Dua dari empat pelaku pembegalan terhadap seorang kurir paket JNE di kawasan Astanaanyar, Kota Bandung, berhasil diringkus polisi. Penangkapan dilakukan di wilayah Pasir Koja pada hari yang sama setelah aksi kejahatan tersebut terjadi.
Peristiwa ini sempat menghebohkan warga karena terjadi di siang hari saat hujan deras mengguyur. Korban yang tengah berteduh justru menjadi sasaran pelaku yang memanfaatkan situasi jalanan yang relatif sepi.
“Dari hasil penyelidikan kami, terduga pelaku yang kami deteksi ada 4 orang. Alhamdulillah, tadi sore kami sudah mengamankan 2, di mana kami juga dibantu oleh Polrestabes dan warga di Pasir Koja, sama-sama kita menangkap,” ujar Kapolsek Astanaanyar, Kompol Fetrizal, Minggu (3/5/2026).
1. Beraksi dengan modus minta bantuan

Aksi pembegalan itu terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Maksudi RW 4, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. Saat itu, korban yang merupakan kurir paket berhenti di pinggir jalan untuk berteduh akibat hujan deras.
Dalam kondisi jalan yang sepi, empat pelaku mendekati korban dengan berpura-pura meminta bantuan. Mereka meminta plastik untuk melindungi ponsel agar tidak terkena air hujan.
Namun, situasi berubah ketika salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam. Korban yang ketakutan langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri tanpa sempat meminta pertolongan warga.
“Korban merasa terancam, takut, kemudian lari. Tidak sempat juga meminta tolong pada warga karena situasi pada saat itu hujan berat, jadi tidak terdengar oleh warga sekitar,” kata Fetrizal.
2. Dua tersangka diamankan warga

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memastikan aksi tersebut dilakukan secara berkelompok dengan total empat pelaku. Dari jumlah itu, dua orang telah berhasil diamankan beberapa jam setelah kejadian.
“Udah tadi baru ketangkap 2 orang di Pasir Koja,” ujar Fetrizal saat dikonfirmasi.
Penangkapan dilakukan berkat kerja sama antara kepolisian dan warga setempat. Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan identitasnya telah dikantongi oleh aparat.
“Lagi nyari 2 lagi. Kita masih lidik,” ucapnya.
Saat ini, kedua pelaku yang telah ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam aksi kejahatan tersebut.
3. Motor dan paket korban dibawa kabur, polisi amankan pisau lipat

Dalam kejadian ini, korban kehilangan sepeda motor beserta barang kiriman yang dibawanya. Tercatat ada sekitar 12 paket yang ikut dibawa kabur oleh pelaku.
“Jadi, baik sepeda motor maupun 12 paket yang berhasil dibawa oleh pelaku, ini dibawa oleh pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Fetrizal.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku saat beraksi, yakni sebuah pisau lipat. Berdasarkan pengakuan korban, ancaman dengan senjata tersebut menjadi alasan utama ia memilih melarikan diri.
“Pengakuan korban sempat diancam dengan pisau lipat,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap dua pelaku yang tersisa sekaligus mengamankan barang bukti milik korban.

















