Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga BBM Naik Lagi, Operasional Angkut Sampah Terancam hingga September

Harga BBM Naik Lagi, Operasional Angkut Sampah Terancam hingga September
Kenaikan harga BBM mengancam operasional pengangkutan sampah di Kota Bandung. (Dok.Humas Bandung)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga Dexlite menekan anggaran operasional armada sampah Bandung, membuat daya tahan dana BBM yang semula setahun kini hanya cukup hingga sekitar September.
  • DLH Bandung memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal meski biaya meningkat, dengan rencana penyesuaian melalui APBD Perubahan untuk menutup kekurangan anggaran.
  • Sebagai langkah antisipasi, DLH menyiapkan cadangan pembelian BBM dan memanfaatkan sistem RFID Pertamina agar pasokan bahan bakar aman hingga awal tahun depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kenaikan harga BBM non-subsidi mulai menekan operasional pengangkutan sampah di Kota Bandung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengakui lonjakan harga Dexlite membuat anggaran bahan bakar armada persampahan makin tergerus, meski pelayanan angkut dipastikan tetap berjalan normal.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, seluruh armada pengangkut sampah di Bandung tidak memakai BBM subsidi. Seluruh truk menggunakan BBM jenis Dexlite, sehingga kenaikan harga global langsung berdampak pada biaya operasional.

“Angkutan persampahan tidak menggunakan BBM bersubsidi. Jadi kita menggunakan BBM non-subsidi, Dexlite,” kata Darto di Balaikota, Selasa(5/5/2026).

Menurut dia, tekanan paling terasa ada pada pembiayaan. Jika semula anggaran BBM cukup untuk 12 bulan, kini ketahanannya terus menyusut akibat kenaikan harga yang terjadi dua kali.

1. Kenaikan Dexlite bikin daya tahan anggaran BBM bertahan hingga September

TPS di Kota Bandung mulai dipenuhi sampah yang tidak bisa terangkut ke TPA Sarimukti. IDN Times/Debbie Sutrisno
TPS di Kota Bandung mulai dipenuhi sampah yang tidak bisa terangkut ke TPA Sarimukti. IDN Times/Debbie Sutrisno

Darto menjelaskan, saat kenaikan harga pertama, anggaran BBM yang awalnya dirancang cukup setahun langsung terpangkas menjadi hanya 10 bulan. Setelah kenaikan kedua, daya tahannya diperkirakan kembali turun.

“Kalau semua itu akan cukup di 12 bulan, yang awal itu hanya cukup 10 bulan. Nah, dengan kenaikan yang kedua, kemungkinannya cukup sampai dengan 9 bulan,” ujarnya.

Artinya, tanpa penyesuaian anggaran, kebutuhan BBM armada persampahan berpotensi defisit lebih cepat dari perencanaan awal.

2. DLH pastikan truk sampah tetap beroperasi

TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)
TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)

Meski tekanan biaya makin berat, Darto memastikan pengangkutan sampah tidak boleh terganggu. Menurut dia, dampak kenaikan BBM hanya boleh terasa di sisi pembiayaan, bukan pada layanan.

“Berdampak terhadap pembiayaan, tapi pengangkutan tidak boleh kena dampak. Harus normal,” katanya.

DLH mengandalkan skema APBD Perubahan untuk menutup potensi kekurangan anggaran. Tambahan itu dinilai cukup untuk menahan operasional tetap berjalan sampai akhir tahun.

3. Siapkan cadangan BBM

Pasokan BBM di NTB dipastikan aman jelang Idul Adha 2025. (dok. Istimewa)
Pasokan BBM di NTB dipastikan aman jelang Idul Adha 2025. (dok. Istimewa)

Selain mengandalkan APBD Perubahan, DLH juga menyiapkan cadangan pembelian BBM agar armada tetap aman saat transisi anggaran akhir tahun.

Darto menyebut, sistem RFID Pertamina membuat pasokan BBM armada tetap aman hingga Januari, meski anggaran baru belum berjalan penuh.

“BBM kita tidak pernah terganggu di siklus itu, karena kita selalu mencadangkan sampai dengan bulan Januari,” ujarnya.

Meski begitu, DLH mengakui kenaikan harga BBM tetap menjadi alarm serius karena biaya operasional persampahan kini terus membengkak di tengah tekanan sampah yang tak ikut turun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More