Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

980 Ton Sampah Masih Dibuang ke TPS, Bandung Gagal Tuntaskan dari Hulu

980 Ton Sampah Masih Dibuang ke TPS, Bandung Gagal Tuntaskan dari Hulu
Tumpukan sampah di TPS. (Dok.Humas Pemkot Bandung)
Intinya Sih
  • DLH Bandung mengungkap sekitar 980 ton sampah masih dibuang ke TPS setiap hari melalui 127 ritase, menandakan pengelolaan dari sumber belum berjalan efektif.
  • Sampah rumah tangga menyumbang sekitar 60 persen timbulan harian, mayoritas berupa sampah organik yang seharusnya bisa diolah langsung di tingkat warga.
  • DLH mulai memetakan produksi sampah hingga level RT dengan data 1.484 titik kompospit untuk memperkuat sistem pengolahan berbasis wilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengakui pengelolaan sampah di Kota Bandung masih berat di hilir. Setiap hari, sekitar 980 ton sampah masih dibuang melalui 127 ritase pengangkutan, menandakan penanganan dari sumber belum berjalan optimal.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, akar persoalan sampah Kota Bandung masih bertumpu pada sampah rumah tangga yang porsinya mendominasi timbulan harian.

“Data SIPSN 2025 terakhir mengatakan sampah rumah tangga itu 60 persen,” kata Darto di Balaikota, Selasa(5/5/2026).

Menurut dia, selama sampah rumah tangga belum selesai di tingkat sumber, beban pengangkutan dan pembuangan akan terus menekan sistem kota.

1. Masih buang 980 ton sampah per hari ke TPS

WhatsApp Image 2026-01-31 at 13.33.02.jpeg
Tumpukan sampah di TPS. (Dok.Humas Pemkot Bandung)

Darto menyebut, timbulan sampah yang masih terbuang saat ini rata-rata mencapai 980 ton per hari. Jumlah itu diangkut melalui 127 ritase setiap hari.

“Yang terbuangnya sekarang 980 rata-rata. Berarti 127 rit,” ujarnya.

Angka ini menunjukkan Bandung masih sangat bergantung pada pola lama: angkut, buang, lalu penuh lagi. Belum bisa secara optimal menyelesaikan pengolahan sampah dari sumbernya.

2. Sampah rumah tangga masih jadi biang utama

WhatsApp Image 2026-02-03 at 04.29.56.jpeg
Petugas memilah sampah anorganik di salah satu TPS. (Dok.Humas Pemkot Bandung)

DLH mencatat sekitar 60 persen timbulan sampah Kota Bandung berasal dari rumah tangga. Dari porsi itu, sebagian besar merupakan sampah organik yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih cepat di tingkat sumber.

Karena itu, Darto menilai persoalan sampah Bandung tidak bisa terus dibebankan ke sistem angkut. Solusinya harus dimulai dari tingkat warga.

“Kita akan habiskan di sumbernya atau di hulunya,” katanya.

3. Mulai petakan sampah sampai level RT

WhatsApp Image 2026-02-03 at 04.29.582.jpeg
Petugas memilah sampah anorganik di salah satu TPS. (Dok.Humas Pemkot Bandung)

Untuk menekan timbulan dari hulu, DLH mulai memetakan produksi sampah hingga level RT. Pendataan ini dipakai untuk menentukan kapasitas pengolahan berbasis wilayah.

DLH kini mengantongi data 1.484 titik kompospit dengan total volume 2.800 meter kubik. Seluruh titik itu sudah dipetakan lengkap dengan koordinat dan kapasitas tampung.

“Kita sudah punya data timbulan sampah sampai level RT,” ujarnya.

DLH menilai pengelolaan berbasis kewilayahan menjadi satu-satunya jalan jika Bandung ingin keluar dari pola lama: sampah diangkut, dibuang, lalu menumpuk lagi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More