Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga BBM Naik, Anggaran Sampah Bandung Hanya Cukup 10 Bulan

Harga BBM Naik, Anggaran Sampah Bandung Hanya Cukup 10 Bulan
TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat anggaran bahan bakar armada pengangkut sampah Kota Bandung hanya cukup untuk 10 bulan dari rencana awal 12 bulan.
  • DLH Kota Bandung berencana menambah anggaran melalui APBD perubahan agar layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal meski biaya operasional meningkat.
  • Sebagai langkah efisiensi, DLH mendorong pengolahan sampah di tingkat warga agar volume sampah yang harus diangkut ke TPA bisa berkurang signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Armada pengangkut sampah Kota Bandung untuk ke TPA Sarimukti terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Dampaknya, anggaran yang sebelumnya dipersiapkan untuk satu tahun kemungkinan berkurang hanya mampu untuk sepuluh bulan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, selama ini armada pengangkut sampah di Kota Bandung menggunakan Dexlite, bukan BBM bersubsidi. Sehingga, turut terdampak kenaikan harga yang terjadi sejak bulan kemarin.

"Jadi tentu ada kontraksi ya, dengan adanya situasi global seperti ini, itu sangat berdampak. Kenaikan yang awal, itu yang semula (anggaran) cukup untuk 12 bulan menjadi sepuluh bulan," ujar Darto, Rabu (6/5/2026).

1. Anggaran berpotensi mengalami pengurangan

IMG-20260323-WA0020.jpg
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Adapun pemerintah pusat pada bulan ini sudah menaikkan lagi harga BBM non-subsidi yang mana membuat Pemkot Bandung harus menghitung kembali total anggaran untuk armada pengangkut sampah tersebut.

Sementara, anggaran pada tahun ini untuk biaya bahan bakar minyak armada pengangkut sampah hanya mampu sampai September 2026 mendatang.

"Sekarang sudah naik lagi, kami belum hitung lagi. Tapi setidaknya kemungkinan anggaran pengangkutan akan berkurang maksimal tiga bulan," katanya.

2. Total anggaran penanganan sampah Kota Bandung capai Rp90 miliar

IMG-20260323-WA0017.jpg
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Meski begitu, Darto belum bisa memastikan besaran anggaran khusus untuk biaya BBM ini. Sementara, untuk keseluruhan, kata dia, total anggaran penanganan sampah di Kota Bandung sekitar Rp90 miliar.

Dengan kondisi itu, ia akan kembali menambah anggaran untuk BBM tersebut pada APBD perubahan. Sebab, kenaikan harga ini memang berdampak terhadap pembiayaan pengangkutan sampah dari Kota Bandung.

"Tapi pengangkutan tidak boleh kena dampak, harus normal karena kalau kami hitung, kontraksi terhadap pengurangan bulan itu bisa diatasi melalui (APBD) perubahan," ucap Darto.

3. Cara menanganinya dengan meminta masyarakat menyelesaikan sampah di rumah

IMG-20260323-WA0016(1).jpg
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Dengan kondisi tersebut, Darto menyampaikan, DLH Kota Bandung akan berupaya untuk memperpendek jarak pengangkutan atau bahkan tidak perlu mengangkut sama sekali. Sehingga sampah dari warga harus habis di hulu dengan cara diolah.

"Caranya habiskan di tempat oleh gaslah (petugas pemilah sampah). Itu penanganan sampah sudah diatas 62 ton, dari target 40 ton. Sekarang ini, akan terus kita dorong," katanya.

Sebelumnya, pada bulan April 2026 lalu, harga Pertamax Turbo yang awalnya Rp13.100 naik menjadi Rp19.400 per liter, Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, dan Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp24.150 per liter.

Sementara per 4 Mei 2026, harga Pertamax Turbo naik kembali menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Sehingga dengan mahalnya harga BBM ini, biaya pengangkutan sampah pun terdampak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More