Panglima TNI ke Cimahi Melayat Prajurit TNI Gugur di Lebanon

- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melayat ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit dalam misi perdamaian di Lebanon.
- Agus memastikan seluruh prajurit yang gugur akan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa, santunan Asabri Rp350 juta, beasiswa anak Rp30 juta, serta hak gaji dan tabungan hari tua penuh.
- Keluarga masih menunggu pemulangan jenazah dari Lebanon, sementara Kemhan mengonfirmasi tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah saat menjalankan misi pengawalan UNIFIL di Lebanon selatan.
Cimahi, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melayat ke rumah duka almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi pada Rabu (1/4/2026). Dia datang bersama sang istri Evi Sophia Indra.
Panglima TNI bersama istri tiba di rumah duka tepatnya di Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal RT 01 RW 04 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada pukul 12.48 WIB. Keduanya datang mengendarai kendaraan dinas tanpa pengawalan patwal.
Ayah hingga istri Kapten Zulmi turut menyambut keduanya. Suasana harus pun menyelimuti pertemuan antara jendral bintang empat tersebut bersama keluarga korban.
"Kami hadir untuk turut berdukacita yang mendalam, mereka adalah prajurit prajurit terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian," kata Agus Subianto di lokasi.
1. Hak prajurit diberikan sepenuhnya kepada keluarga prajurit yang gugur

Agus menegaskan, Kapten Zulmi dan dua prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian akan mendapatkan hak sesuatu aturan. Selain itu, Agus memastikan almarhum akan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Selain Zulmi, ada dua orang prajurit lainnya yang gugur di Lebanon yaitu, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Rhomadhon. Dia memastikan, semuanya akan mendapatkan hak prajurit.
"Kami memberikan hak kepada prajurit yang gugur. Pertama akan memberikan KPLB kepada seluruh nya, kemudian hak lain dari Asabri 350 juta akan diberikan," ucap dia.
"Beasiswa juga untuk anak 30 juta, sekolah anaknya juga akan kita perhatikan sampai nanti besar. Gaji akan diberikan 12 penuh 100 persen. Dan tabungan hari tua dihitung mulai berdinas di militer," kata Agus.
2. Keluarga masih menunggu jenazah almarhum

Sebelumnya, Risman Efendi, perwakilan keluarga mengatakan, saat ini mereka masih menunggu kedatangan jenazah dari Lebanon. Dia memastikan masih belum ada laporan terbaru mengenai kapan jenazah datang.
"Masih tetap menunggu dari komandan, update nya sama kemarin, Mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa tiba di tanah air, pemulangan almarhum," kata Risman, Rabu (1/4/2026).
Kapten Zulmi dinyatakan gugur di Lebanon pada Senin (30/3/2026), dan saat ini keluarga memastikan jenazah telah dilakukan proses evakuasi ke rumah sakit yang berada di negara tersebut. Namun, untuk waktu pemulangan masih belum ada informasi pasti.
"Proses masih berjalan, kemarin sudah dievakuasi, ke rumah sakit di Lebanonya, menunggu proses selanjutnya," ucapnya.
3. Jenazah datang antara hari ini atau besok

Adapun jenazah rencananya akan dikirim dengan rute penerbangan Libanon ke Jakarta, kemudian dibawa ke rumah di Cimahi.
"Belum kita tahu, yang jelas kita menunggu penerbangan jalurnya, kemarin katanya dari Lebanon ke Jakarta dulu, Jakarta ke rumahnya, baru ke pemakaman," tandasnya.
Kementerian Pertahanan sebelumnya membenarkan terjadinya kembali insiden yang mematikan di Lebanon pada Senin (30/3/2026) hingga menyebabkan jatuhnya korban baru. Tercatat ada dua prajurit TNI yang gugur dalam insiden pada Senin kemarin. Dengan demikian, total sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur dalam 24 jam terakhir.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan, dua prajurit TNI itu gugur ketika melakukan pengawalan kegiatan operasional di dalam misi perdamaian UNIFIL.
"Perkembangan terbaru yang diterima pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon selatan yang berdampak pada personel satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan kegiatan operasional UNIFIL," ujar Rico, Selasa (31/3/2026).
Rico tak menyebut kegiatan operasional apa yang dikawal oleh prajurit TNI tersebut. Berdasarkan laporan awal, dua prajurit TNI yang gugur itu melakukan pengawalan untuk membawa peti jenazah Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat serangan pada Minggu (29/3/2026).
DIa hanya menyebutkan, penyebab pasti insiden mematikan tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.


















