Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hujan Deras Buat Jalan Kelurahan Babakan Bandung Amblas

Hujan Deras Buat Jalan Kelurahan Babakan Bandung Amblas
Kerusakan jalan akibat hujan deras di Bandung. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
  • Hujan deras menyebabkan Jalan Hantap Raya di Kelurahan Babakan Surabaya amblas sedalam dua meter, membuat warga khawatir kerusakan meluas hingga mengancam rumah sekitar.
  • Amblasnya jalan memutus akses utama warga dan memaksa mereka memutar lebih jauh untuk menuju kawasan lain, sehingga aktivitas harian menjadi terganggu.
  • DSDABM Kota Bandung melakukan penanganan sementara karena kerusakan sepanjang 40-50 meter dipicu rusaknya kirmir Sungai Cidurian, sambil menunggu perbaikan permanen dari BBWS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Jalan Hantap Raya, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, amblas dengan kedalaman hingga dua meter. Kondisi jalan yang rusak itu membuat warga khawatir kerusakan semakin meluas hingga mengancam rumah di sekitar lokasi.

Warga setempat, Aceng (56), mengatakan bahwa kerusakan jalan sudah mulai terlihat dari tiga pekan lalu. Namun, laporan warga ke sejumlah pihak belum mendapat penanganan hingga kondisi jalan akhirnya ambruk.

"Sudah lama sih hampir tiga minggu lah. Mulai dikit dikit dikit lama-lama gubrag begini enggak jalan pisan gitu mobil (yang lewat)," kata Aceng, Selasa (26/5/2026).

Kerusakan awalnya hanya berupa retakan kecil yang kemudian ditutup sementara menggunakan tanah. Namun kondisi memburuk setelah hujan mengguyur dan terjadi banjir pada akhir pekan lalu.

"Langsung ada banjir di tonggoh ada banjir langsung ambruk begini," ujarnya.

1. Ganggu aktivitas masyarakat

Ilustrasi jalan amblas (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Ilustrasi jalan amblas (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Selain mengancam permukiman warga, jalan amblas juga mengganggu aktivitas masyarakat. Akses kendaraan yang biasa melintasi Jalan Hantap Raya kini terputus sehingga warga harus memutar lewat jalur lain.

"Iya terhambat sekali sih biasanya kan mobil ke sini banyak gitu biasa langsung terhambat ini kan di RW 15, RW 12, 14 langsung ke sini gitu jadi terhambat sekali gitu,” katanya.

Warga yang hendak menuju jalan Terusan Jakarta kini harus memutar melalui Jalan Atlas hingga kawasan Masjid Miftahul Falah. Kondisi itu membuat jarak tempuh warga menjadi lebih jauh dari biasanya.

"Ya mungkin jauh, jauh harus muter lagi gitu," ungkapnya.

2. Khawatir ada retakan baru

Screenshot_20260310_150633_Drive.jpg
Jembatan akses ke Ujung Kulon amblas (Dok. Warga/Andre)

Ia juga mengkhawatirkan munculnya retakan baru di sekitar lokasi amblas yang berpotensi memperluas kerusakan. Menurutnya, jika hujan deras kembali terjadi, panjang jalan yang amblas bisa bertambah hingga dua kali lipat.

"Jadi merembet sampai ke sekarang 50 meter nanti kalau ada banjir di tonggoh pasti lebih apa lebih banyak gitu yang tadinya 50 meter sekarang bisa-bisa 100 meter," pungkasnya.

Aceng berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen terhadap jalan amblas tersebut. Sebab Jalan Hantap Raya merupakan akses utama warga di kawasan itu.

"Harapannya warga mudah-mudahan cepat ditangani langsung, soalnya ini kan aksesnya akses yang utama gitu ya, jalannya jalan utama harus diperbaiki langsung gitu," katanya.

3. Kerusakan capai 40 meter

Jembatan Kemang Pratama Bekasi amblas. (IDN Times/Imam Faishal)
Jembatan Kemang Pratama Bekasi amblas. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung tengah melakukan penanganan sementara terhadap jalan tersebut. Penanganan dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin parah dan membahayakan warga sekitar.

Kabid Pengendali Daya Rusak Air (PDRA) DSDABM Kota Bandung, Raden Deni Saputra, mengatakan amblasnya jalan dipicu kerusakan kirmir Sungai Cidurian yang berada di lokasi tersebut. Menurutnya, sungai itu merupakan sungai ordo dua yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Tapi kalau Kota Bandung tidak mengambil langkah preventif, ini akan membahayakan,” papar Deni.

Dia mengatakan, dinas telah berkoordinasi dengan DPRD Kota Bandung serta pimpinan DSDABM untuk menyampaikan rekomendasi kepada BBWS sambil menunggu penanganan permanen.

"Ini amblasnya sebetulnya sudah lama, cuma ini skala kecil dulu. Pas hujan deras kemarin aja lah, itu terjadi luapan sungai besar," ungkapnya.

Adapun anjang jalan yang terdampak amblas mencapai sekitar 40-50 meter. Saat ini petugas tengah melakukan pembongkaran kirmir lama untuk dirapikan dan diamankan menggunakan material sementara.

"Nah, untuk seminggu kemudian insyaallah permanen, kita pasangkan batu, pasangkan material dengan yang lainnya, jalan dan sebagainya ya," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More