Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketika Domba Kurban di Sukabumi jadi Model Fashion Show dan Aktor Kabaret

Ketika Domba Kurban di Sukabumi jadi Model Fashion Show dan Aktor Kabaret
Domba dihias jelang Iduladha (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya Sih
  • Menjelang Iduladha, santri Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi menggelar kabaret dan fashion show unik dengan domba kurban sebagai model utama yang tampil dalam berbagai kostum kreatif.
  • Persiapan acara dilakukan kurang dari seminggu, para santri memanfaatkan barang bekas untuk menghias domba secara ramah lingkungan tanpa mengeluarkan biaya besar.
  • Pimpinan pesantren menekankan nilai edukasi tentang adab memperlakukan hewan kurban dengan kasih sayang serta menjaga kebersihan dan ketenangan hewan sebelum penyembelihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sukabumi, IDN Times - Ada pemandangan unik sekaligus menggelitik di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi, menjelang Hari Raya Iduladha. Ratusan santri berkumpul bukan hanya untuk mengaji, melainkan untuk menggelar aksi teatrikal, kabaret, hingga fashion show hewan kurban.

Menariknya, bintang utama dalam pergelaran busana ini bukanlah para santri, melainkan domba-domba kurban yang didandani dengan berbagai kostum unik. Hewan-hewan berbulu tebal ini tampak menggemaskan saat berlenggak-lenggok melintasi catwalk sembari ikut "berakting" dalam drama yang dibawakan para santri.

1. Sulap domba jadi prajurit kereta kencana dan pengawal mahkota

IMG_4678.jpeg
Domba dihias jelang Iduladha (IDN Times/Siti Fatimah)

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah pertunjukan kabaret yang dibawakan oleh Amira Faiza Azmi (17), santriwati kelas 11 MA Terpadu Al-Irsyad. Kelompok Amira membawakan tema kebudayaan bertajuk "Persembahan Warisan Budaya Tak Benda Ponpes Modern Daarul Alfaath dalam rangka Milangkala Tatarsunda".

Amira bercerita, ide kreatif ini terinspirasi dari perjalanan budaya mengelilingi Jawa Barat yang sempat mereka lakukan bersama tokoh publik, Dedi Mulyadi. Dalam cerita tersebut, seekor domba disulap menjadi sosok prajurit gagah yang menarik kereta kencana.

"Dombanya itu berperan sebagai prajurit kereta kencana yang membawa mahkota Binokasih. Nanti mahkotanya diserahkan oleh Bapak Kyai Haji Muhammad Fajar Laksana kepada Bapak Dedi Mulyadi," kata Amira di lokasi, Selasa (26/5/2026).

2. Manfaatkan barang bekas untuk merias domba

IMG_4623.jpeg
Domba dihias jelang Iduladha (IDN Times/Siti Fatimah)

Meski tampilannya sukses mengocok perut dan memukau penonton, Amira mengaku proses persiapannya tidak mudah. Dengan waktu kurang dari seminggu, mereka harus memutar otak untuk menyusun jalan cerita sekaligus merancang ornamen hiasan untuk si domba.

Kerennya lagi, keterbatasan dana tidak membuat mereka kehabisan akal. Amira dan timnya memilih menggunakan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar pesantren yang bisa didaur ulang.

"Cukup sulit sebenarnya, karena persiapannya kurang dari seminggu. Mulai dari pernak-pernik sampai alur ceritanya lumayan bikin pusing. Tapi alhamdulillah kita pakai barang yang ada, seperti triplek bekas yang didaur ulang, jadi nggak perlu beli," tambahnya.

3. Ada nilai edukasi adab terhadap hewan kurban

IMG_4682.jpeg
Domba dihias jelang Iduladha (IDN Times/Siti Fatimah)

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan semata. Ada pesan edukasi mendalam yang ingin disampaikan kepada santri dan masyarakat, khususnya mengenai adab memperlakukan hewan kurban.

Merujuk pada Surat Al-Kausar, KH Fajar mengingatkan bahwa hewan kurban adalah perantara amal bagi umat Muslim untuk mendapatkan nikmat Allah SWT. Oleh karena itu, hewan tersebut harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan dihormati haknya.

"Hewan ternak yang akan kita kurbankan jangan dibuat seperti hewan yang kurang beradab, termasuk saat penyembelihannya. Harus ada adab yang baik, jangan sampai terkesan menyiksa domba atau sapi," jelas KH Fajar.

Melalui ajang fashion show ini, para santri diajarkan untuk membersihkan, merapikan, dan menjaga psikologis domba agar tidak stres sebelum hari penyembelihan tiba.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More