Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kota Bogor Tetapkan Status Darurat Becana Hidrometeorologi

Kota Bogor Tetapkan Status Darurat Becana Hidrometeorologi
Longsor yang terjadi di Kota Bogor, Minggu (2/2/2025). (BPBD Kota Bogor).
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bogor menetapkan status Darurat Bencana Hidrometeorologi, melalui Keputusan Wali Kota Bogor Nomor: 300.2/KEP.88-BPBD/2025. Surat ini dikeluarkan berdasarkan peristiwa bencana alam angin, banjir, dan tanah longsor di beberapa lokasi dari tanggal 2 dan 3 Maret 2025.

Sesuai hasil kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, serta untuk melaksanakan ketentuan perundang-undangan bahwa kepala daerah perlu menetapkan Keputusan Wali Kota tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Kota Bogor.

Status keadaan darurat sebagaimana di Kota Bogor ditetapkan selama 30 hari terhitung sejak tanggal 4 Maret-2 April 2025. 

1. Akan dibangunkan bendungan

Longsor yang terjadi di wilayah Kota Bogor pada Minggu (2/2/2025). (BPBD Kota Bogor).
Longsor yang terjadi di wilayah Kota Bogor pada Minggu (2/2/2025). (BPBD Kota Bogor).

Status keadaan darurat dapat diakhiri atau diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Status yang sama juga berlaku untuk Kota Bekasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan langkah-langkah penanggulangan banjir di kawasan Bodebek antara lain penanganan warga terdampak seperti evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. 

"Kemudian ke depan, kami akan bangun Bendungan Cibeet sebagai area tangkapan air, lalu konsep bangunan rumah di daerah langganan banjir harus tinggi seperti rumah panggung yang memiliki kolong. Saya sudah tanya ke warga dan mereka setuju," kata Dedi, Rabu (5/3/2025).

2. Dedi Mulyadi akan bertemu dengan pemerintah pusat

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat mengunjungi korban longsor. (IDN Times/Muhaimin)
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat mengunjungi korban longsor. (IDN Times/Muhaimin)

Dedi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi tata ruang Jabar yang kemungkinan sudah tidak sesuai dengan kondisi alam.

"Hari Selasa, pekan depan akan ada pertemuan dengan pemerintah pusat mengenai evaluasi tata ruang tersebut, terutama dengan Kementerian ATR/BPN," ujarnya.

Ia menegaskan, apa yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar untuk penanggulangan darurat bencana akan dilakukan sebaik mungkin. Namun ia juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam.

3. Ada 150 jiwa yang terkena dampaknya

Tebing setinggi 20 meter longsor timpa rumah Kasiran di Dukuh Templek, Desa Gonggang. IDN Times/ Riyanto.
Tebing setinggi 20 meter longsor timpa rumah Kasiran di Dukuh Templek, Desa Gonggang. IDN Times/ Riyanto.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, total ada lima kecamatan dan 19 kelurahan yang terdapat peristiwa longsor.

Dari data tersebut, 44 KK atau 150 jiwa yang terkena dampaknya, dan 29 jiwa dinyatakan mengungsi.

"Ada satu orang dinyatakan meninggal dunia, dan 58 total rumah dan bangunan yang terdampak baik itu rusak berat, ringan, hingga sedang," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat, Rabu (5/3/2025). 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Azzis Zulkhairil
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

Sidang Korupsi Ijon Proyek Pemkab Bekasi, Nama Dani Ramdan Disebut

06 Jun 2026, 18:36 WIBNews