Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kota Bandung Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Tetap Perketat Pengawasan
Hantavirus pada Transmission Electron Microscope (TEM) (ALFRED PASIEKA/SCIENCE PHOTO LIBRARY)
  • Dinas Kesehatan Kota Bandung menegaskan belum ada kasus hantavirus hingga Mei 2026, namun masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan rumah.
  • Hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena penularannya berasal dari tikus melalui air liur, urine, atau kotoran, bukan antar manusia secara langsung.
  • Dinkes Bandung terus melakukan pemantauan zoonosis bersama RS Hasan Sadikin dan hasil pemeriksaan tikus sejauh ini menunjukkan negatif hantavirus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pemantauan terhadap tikus dan hasilnya menunjukkan negatif hantavirus.

awal bulan hingga akhir Mei 2026

Laporan mengenai warga Kota Bandung yang terinfeksi hantavirus belum ditemukan oleh Dinas Kesehatan.

21 Mei 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam menegaskan tidak ada kasus hantavirus di kota tersebut dan meminta masyarakat tetap waspada menjaga kebersihan lingkungan.

kini

Kota Bandung masih nihil kasus hantavirus, namun pengawasan dan mitigasi terus diperketat oleh Dinas Kesehatan setempat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Kesehatan Kota Bandung menyatakan tidak ada kasus infeksi hantavirus di wilayahnya, namun tetap memperketat pengawasan dan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah potensi penularan.
  • Who?
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dadan Mulyana Kosasih memberikan keterangan mengenai situasi hantavirus di Kota Bandung.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kota Bandung, Jawa Barat, dengan pemantauan dilakukan bersama Rumah Sakit Hasan Sadikin melalui sistem sentinel penyakit zoonosis.
  • When?
    Keterangan diberikan pada Kamis, 21 Mei 2026, mencakup hasil pemantauan dari awal tahun hingga akhir Mei 2026 yang menunjukkan nihil kasus hantavirus.
  • Why?
    Tindakan pengawasan diperketat untuk mencegah kemungkinan penularan hantavirus dari tikus ke manusia serta memastikan masyarakat tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.
  • How?
    Dinkes melakukan surveilans lingkungan, pemeriksaan tikus, serta edukasi kesehatan kepada warga agar menerapkan pola hidup bersih dan melaporkan gejala mencurigakan setelah bepergian atau kontak dengan hewan pengerat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Kota Bandung belum ada orang yang kena virus hanta. Pak Sony dari Dinas Kesehatan bilang semua masih aman, tapi orang harus tetap jaga rumah supaya bersih dan jauh dari tikus. Virus ini bisa datang dari air liur atau pipis tikus. Sekarang petugas masih terus periksa dan jaga biar tidak ada yang sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kondisi Kota Bandung yang masih bebas dari kasus hantavirus menunjukkan efektivitas pengawasan kesehatan dan kesiapsiagaan Dinas Kesehatan setempat. Upaya pemantauan rutin terhadap tikus, kerja sama dengan rumah sakit, serta promosi hidup bersih menegaskan komitmen pemerintah menjaga keamanan warga tanpa menimbulkan kepanikan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit zoonosis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan belum ada warganya yang terinfeksi hantavirus. Meski belum ada kasus, Dinkes meminta agar masyarakat tetap waspada dan melakukan mitigasi dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung Sony Adam mengatakan, laporan mengenai adanya warga yang terinfeksi hantavirus sampai dari awal bulan hingga akhir Mei 2026 memang masih nihil.

"Hanta kasusnya nggak ada di Kota Bandung. Belum ada, dan jangan sampai ada," ujar Sony saat ditemui, Kamis (21/5/2026).

1. Hantavirus bukan virus baru

HantaVirus

Kendati tidak ada kasus, Sony meminta agar masyarakat tetap menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan rumah, karena penyebaran hantavirus diketahui melalui tikus, baik itu dari air liur dan juga air kencingnya.

"Kemudian juga yang ke luar negeri gitu ya, itu dilaporkan kalau memang ada gejala-gejala gitu. Ya kurang lebih begitu, promosi kesehatan juga," ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih menegaskan, masyarakat perlu memahami hantavirus secara tepat agar tidak terjebak kepanikan berlebihan.

Menurut Dadan, virus hanta berbeda dengan COVID-19. Virus ini bukan virus baru, melainkan sudah lama dikenal di dunia medis dan termasuk dalam kelompok orthohantavirus. Penularannya terutama berasal dari hewan pengerat seperti tikus melalui air liur, urine, maupun kotorannya.

"Kalau Covid dulu merupakan virus baru yang langsung menyebar luas antar manusia. Sedangkan hantavirus ini penularannya lebih banyak dari tikus ke manusia," kata dia.

2. Penyebaran melalui tikus

23 Kasus Hantavirus di Indonesia Sejak 2024 (https://app.cnnindonesia.com)

Dadan menjelaskan, gejala hantavirus pada umumnya menyerupai infeksi virus lain, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas. Namun secara global terdapat dua gambaran klinis utama yang berbeda di tiap wilayah dunia.

Di kawasan Asia dan Eropa, hantavirus lebih banyak menyerang ginjal sehingga dapat menyebabkan gangguan ginjal berat hingga gagal ginjal. Sementara di wilayah Amerika, virus ini cenderung menyerang paru-paru dan menimbulkan gangguan pernapasan serius seperti sesak hingga radang paru.

"Perbedaan gejala ini dipengaruhi oleh jenis tikus dan strain virus yang berbeda di tiap wilayah," katanya.

3. Makanan yang sudah terkontaminasi tikus jangan dikonsumsi

ilustrasi hantavirus yang sedang menyebar (unsplash.com/CDC)

Dadan menuturkan, keberadaan tikus di lingkungan sehari-hari memang membuat potensi penularan perlu diwaspadai. Namun masyarakat diminta tetap tenang dan fokus pada upaya pencegahan sederhana melalui pola hidup bersih dan sehat.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi tikus, termasuk makanan yang tergigit, terkena air kencing, atau kotoran tikus.

"Virus ini bisa masuk lewat saluran pernapasan maupun pencernaan. Jadi kalau ada makanan yang sudah terkena tikus, sebaiknya jangan dimakan," katanya.

Dinas Kesehatan Kota Bandung memiliki sistem pemantauan atau sentinel untuk penyakit zoonosis seperti leptospirosis dan hantavirus yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin. Pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi tersebut akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan diagnosis.

Selain itu, tim surveilans Dinkes juga melakukan pelacakan lingkungan untuk mencari kemungkinan sumber penularan, termasuk pemeriksaan tikus di sekitar lokasi pasien.

Meski demikian, Dadan menyebut hingga pemantauan terakhir sejak 2025, hasil pengawasan terhadap tikus di Kota Bandung masih menunjukkan hasil negatif hantavirus.

"Sejauh ini pemantauan tikus yang kami lakukan masih negatif hantavirus. Tapi tentu pengawasan tetap dilakukan karena kemungkinan tikus pembawa virus tidak tertangkap tetap ada," ujarnya.

Editorial Team