Korlantas Polri: Titik Kecelakaan Maut di Subang Kawasan Black Spot

Subang, IDN Times - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menyebutkan tempat kejadian perkara (TKP) bus maut terguling di Jalan Raya Ciater,
Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat merupakan merupakan jalur black spot atau rawan kecelakaan.
Kecelakaan bus Trans Putera Fajar dengan nomor polisi AD-7524-OG yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok itu menewaskan 11 orang. Bus diduga hilang kendali hingga terguling dan menyeret sejumlah kendaraan lainnya.
"Lokasi ini adalah black spot, sering terjadi kecelakaan di sini," ucap Aan di lokasi.
1. Polri bakal lakukan FGD

Aan menyebutkan, setelah kecelakaan ini pihaknya akan melakukan langkah-langkah guna mencegah kecelakaan serupa terjadi di jalur black spot tersebut. Dari mulai menggelar Focus Group Disscusion (FGD) bersama instansi terkait untuk memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah setempat guna mencegah kejadian serupa terjadi di kemudian hari.
"Rekomendasi termasuk masalah rekayasa lalu lintas, penambahan rambu, atau mungkin seperti mana, (jalur) Emen ada diperlebar dan sebagainya, itu semua akan kita tuangkan," katanya.
2. Polisi masih lakukan penyelidikan

Dia mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus kecelakaan maut tersebut. Namun berdasarkan analisa sementara dan olah TKP, pihak kepolisian menduga kecelakaan itu dikarenakan tidak berfungsinya sistem pengereman. Terlebih lagi di lokasi tidak ditemukan jejak rem.
"Ini tidak ada jejak rem sama sekali. Artinya, ini perlu kamu selidiki ya. Kenapa tidak ada jejak rem, apakah remnya tidak berfungsi atau pengemudi panik dan sebagainya," kata dia.
Lebih lanjut, dia menyampaikan sampai saat ini Kepolisan belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap sopir bus Trans Putera Fajar yang diketahui dikemudikan sopir berinisial SAD karena kondisi sopir tersebut masih belum stabil.
"Supir kondisinya masih belum stabil ya, tadi kita lihat di sana belum stabil sehingga kita belum bisa diambil keterangan secara menurut baru investigasi saja, interogasi saja, jadi secara verbal ini belum diminta keterangan," katanya.
Aan menyebut pihaknya masih belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Saat ini Polisi masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
"Kami belum bisa menyimpulkan, tentu dari hasil penyelidikan ini nanti bisa ditentukan apakah ini human error, apakah ini karena kendaraannya, karena teknis," kata Aan.
3. Sopir beri pengakuan

Sopir bus Trans Putera Fajar, SAD (50) akhirnya mengungkap detik-detik kecelakaan rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok yang dibawanya. Sopir bus dengan nomor polisi AD-7524-OG itu mengataka memasuki wilayah Tangkuban Parahu menuju Subang, perjalanan lancar hingga akhirnya ia membawa rombongan ke rumah makan untuk makan sore terlebih dahulu. Setelah makan sore selesai, ia pun melanjutkan perjalanan menuju Depok.
Ia menuturkan perjalanan bus berjalan dengan lancar termasuk saat memasuki kawasan Ciater yang didominasi jalanan menurun. Saat berada di perempatan Ciater, SAD mengaku mengerem bus dan menetralkan gigi persneling sebab terdapat mobil yang keluar masuk ke kawasan wisata Ciater.
"Sampai perempatan Ciater biasa ada mobil keluar masuk. Kita berhenti, nahan direm, gigi netral. Pas ngerem memasuki mau gigi mau jalan ternyata saya lihat kondisi angin berkurang," kata dia.
Kondisi angin yang rata-rata berada di angka tujuh atau delapan turun drastis ke angka lima atau berstatus merah. Setelah itu, SAD mengaku tidak bisa memasukkan gigi persneling dan rem tidak berfungsi.
"Setelah angin berkurang itu enggak bisa masuk gigi dan fungsi rem gak bisa membaik gak bisa direm," ucap dia.
Sopir pun sempat memberitahukan kondisi itu ke rekannya. Dengan situasi itu, SAD berusaha mencari jalur darurat rem blong. Namun, ia mengaku tidak berhasil menemukan jalur darurat tersebut. Namun tidak menemukannya.
Saat situasi tersebut berlangsung, ia berpikir apabila bus terus melaju maka bakal banyak kendaraan yang terkena dampak dan musibah. SAD pun berinisiatif membelokkan bus ke kanan sebab melihat tiang listrik.
"Kalau saya terusin banyak yang lebih kena musibah, ada motor mobil. Dengan kecepatan tinggi tidak ada gigi dan rem tidak berfungsi saya inisiatif saya lihat ada tiang listrik saya belok kanan. Pas belokan itu terbalik," kata dia.


















