Bandung, IDN Times - Keuangan syariah dinilai memiliki peran yang semakin penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tak hanya menjadi instrumen pembiayaan, pendekatan ini juga dinilai mampu mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui model yang lebih inklusif.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang resmi digelar di Indonesia. Forum ini menjadi ajang bagi negara-negara anggota Developing Eight (D-8) untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi halal dengan target meningkatkan perdagangan intra-blok hingga US$500 miliar pada 2030.
Dalam forum tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi salah satu representasi ekosistem keuangan syariah Indonesia. Melalui sesi HEI Talk bertajuk Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance, PNM memaparkan pengalaman pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
Presentasi tersebut disampaikan di hadapan delegasi dari sembilan negara anggota D-8, yakni Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Azerbaijan.
