Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kelestarian Sungai Citarum Jadi Perhatian Khusus PLN
(Dok/Istimewa)

Bandung Barat, IDN Times - Kelestarian aliran Sungai Citarum menjadi fokus perhatian PT PLN (Persero). Sebab sungai itu menjadi sumber air bagi penghidupan masyarakat di sekitar, baik untuk sumber air baku, pertanian, wisata, perikanan, hingga sumber kelistrikan karena dimanfaatkan untuk PLTA Saguling.

Untuk itu, PT PLN menginisiasi event Employee Green Involvement sebagai bagian dari program Employee Volunteer Program (Eavap) 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian komunitas pegawai PLN agar lebih aktif sebagai relawan dalam program peduli lingkungan yang merupakan bagian dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024.

Sub Holding PLN Indonesia Power, khususnya PLN IP UBP Saguling, menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini yang berlokasi di salah satu Mitra Binaan, yaitu "Bening Saguling Foundation" di sekitar Waduk Saguling. Bening Saguling Foundation (BSF) merupakan kelompok masyarakat yang berfokus mengenai pengelolaan sampah (organik dan anorganik) dan eceng gondok dari waduk saguling Sungai Citarum menjadi berbagai barang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi.

1. PLN berharap partisipasi aktif dari masyarakat

(Dok/Istimewa)

EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, kegiatan meliputi pengumpulan sampah, penimbangan sampah, pemilahan sampah, dan pengolahan sampah yang dilakukan bekerja sama dengan berbagai kolaborator di area Waduk Saguling, Jawa Barat. Pihaknya menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap alam.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, PLN berharap dapat terus membangun kesadaran dan partisipasi aktif seluruh pegawai serta masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dalam upaya pelestarian alam dan pengelolaan sampah yang lebih baik. Gerakan ini berhasil mengangkat sampah jenis plastik dan eceng gondok sebanyak 2,9 ton.

"Kami menginisiasi kegiatan ini untuk membuka kesadaran kami sendiri serta masyarakat luas dengan melakukan bersih-bersih. Kami secara serempak di 54 unit yang melakukan kegiatan seperti ini untuk membersihkan lingkungan disekitar. Dari sisi PLN terutama di daerah yang menjadi ekosistem ketenagalistrikan di daerah setempat," ujar Gregorius.

2. Merupakan kegiatan sosial dan moral

(Dok/Istimewa)

Dia melanjutkan, kelestarian Sungai Citarum perlu terus dijaga sebagai sumber air bagi penghidupan masyarakat di sekitar, baik untuk sumber air baku, pertanian, wisata, perikanan, hingga sumber kelistrikan. Kondisi sungai Citarum yang tecemar akan sangat mempengaruhi kualitas air dan keandalan waduk Saguling.

Pada tahun 2018 misalnya, PLN sempat melakukan penelitian terhadap usia waduk Saguling ditengah kondisi ancaman sedimentasi dan pencemaran. Hasilnya, usia bendungan ini bisa memproduksi listrik hanya sampai 2045. Namun, berkat sejumlah aksi pemulihan DAS Citarum dan bagian hulu sungai, usia waduk untuk memproduksi listrik bagi Jawa dan Bali menjadi bertambah hingga tahun 2084.

"Ini sebuah gerakan moral dan gerakan kita bersama, bersama dengan Pemda para komunitas ekosistem yang ada semua bergerak menjadi satu bahu membahu untuk membuktikan bahwa kita juga bisa menyelesaikan persoalan ini dengan kearifan lokal yang ada," kata dia.

3. DLH KBB apresiasi kegiatan PLN

(Dok/Istimewa)

Berdasarkan hasil pemetaan, jenis sampah yang diangkat dari gerakan bersih-bersih Citarum ini mayoritas merupakan sampah plastik. Oleh karena itu, penanganan sampah perlu dilakukan pula dari hulu di satuan komunitas terkecil yakni rumah tangga atau masing-masing individu. Sehingga sampah bisa dipilah dan tak masuk sungai.

"Kita lihat tadi itu sebagian besar sampah plastik yah, sampah plastik sangat dominan karena ini mungkin dari Citarum sampai ke waduk ini dan semua tertampung disini. Jadi mau tidak mau gerakan ini bukan sekedar hanya reaktif atas sampah yang ada tapi harus dari hulunya dari kita sendiri jangan lah membuang sampah di sungai jangan membuang sampah di tempat yang tidak semestinya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Ibrahim Adji mengapresiasi aksi bersih-bersih PLN bersama sejumlah komunitas. Ia berharap gerakan ini menginspirasi kesadaran masyarakat akan pentingnya mengolah sampah dari hulu agar tak mencemari sungai dan waduk.

"Kesadaran masyarakat relatif masih kurang ini terbukti dari ada banyaknya sampah yang ada di sini. Mungkin sampai kapan pun tidak akan selesai kalau disini. Karena itu kami menggugah kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah di hulunya," ujar Ibrahim.

Editorial Team

Related Article