Jemaah Haji Tak Lolos Cek Kesehatan Tidak Diizinkan Berangkat

- Calon jemaah haji asal Jawa Barat yang tidak lolos tes kesehatan dipastikan tidak diberangkatkan ke Arab Saudi sesuai regulasi Kemenhaj dan aturan Balai Kekarantinaan Kesehatan.
- Jemaah yang masih bisa diobati akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan sembuh, sementara yang belum layak diminta menunda keberangkatan hingga benar-benar sehat.
- Pemeriksaan kesehatan tahun 2026 diperketat mengikuti aturan Arab Saudi, dengan pengecekan dilakukan di dua titik kedatangan, yakni bandara Jeddah dan Madinah.
Bandung, IDN Times - Jemaah haji asal Jawa Barat yang tidak lolos tes kesehatan dipastikan tidak akan diterbangkan ke Arab Saudi. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Jawa Barat memastikan hal tersebut sudah berdasarkan regulasi yang berlaku untuk ibadah haji.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, tes kesehatan yang akan dilakukan bagi calon jemaah haji tahun ini lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jika memang jemaah walaupun sudah sampai di asrama haji, jika memang ditentukan atau diperiksa oleh balai karantina kesehatan dan dinyatakan tidak layak untuk terbang, maka kami akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan/Kesehatan Haji) untuk tidak memberangkatkan jemaah tersebut," ujar Boy, Senin (20/4/2026).
1. Jemaah haji sakit tidak akan diberangkatkan

Meski begitu, Boy memastikan, petugas akan terlebih dahulu melihat kondisi jemaah haji tersebut, jika memang bisa dilakukan pengobatan maka tetap berangkat dengan masuk ke kloter berikutnya.
"Ini bisa dua kemungkinan, apabila memang masih bisa diobati, itu kami akan berangkatkan pada kloter berikutnya ketika jemaah sudah sembuh dan dinyatakan layak terbang," katanya.
"Namun jika memang dinyatakan tidak dapat melakukan ibadah haji dikarenakan penyakit-penyakit tertentu, maka kami juga mengharapkan pengertian dan keikhlasan dari para jemaah untuk menunda keberangkatannya hingga dinyatakan benar-benar sembuh," jelas Boy.
2. Peraturan juga mengikuti pemerintah Arab Saudi

Dalam skrining kesehatan ini, Kemenhaj Jabar akan mengikuti peraturan dari Arab Saudi. Sehingga, tidak bisa dipaksakan ketika didapatkan jemaah yang memang belum layak secara kesehatan untuk terbang ke tanah suci.
"Kenapa hal ini dilakukan, ini juga sejalan dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, bahwa untuk tahun ini pemeriksaan kesehatan itu akan diperketat dan akan dilakukan di dua titik kedatangan jemaah, baik di bandara di Jeddah maupun di Madinah," ujarnya.
Pemberangkatan calon jemaah haji 2026 ini merupakan perdana digelar oleh Kemenhaj setelah sebelumnya dilakukan oleh Kementerian Agama. Boy berharap pemberangkatan berjalan lancar dan tanpa kendala.
"Harapannya bahwa penyelenggaraan operasional haji di tahun 2026 ini bisa berlancar dengan baik, dengan sukses," ucapnya.
3. Jemaah asal Jabar berangkat lewat dua embarkasi

Sebagai informasi, jemaah haji asal Jabar mulai memasuki dua embarkasi Jakarta-Bekasi dan Indramayu pada 21 Apri 2026. Mereka selanjutnya akan terbang pada esok harinya.
Asrama haji Bekasi akan memberangkatkan 28 kloter, praktis hanya satu kloter per hari. Sedangkan, di asrama haji Indramayu akan memberangkatkan 40 kloter dengan dua kloter dalam satu hari.
"Dalam persiapan antara dua embarkasi tidak ada perbedaan, kami sama-sama melakukan simulasi atau proses penerimaan jemaah dengan metode OSS atau One Stop Service," jelas Boy.

















