Bandung, IDN Times – Saat ini, semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masuk ke ruang digital untuk menjangkau konsumen. Namun, memiliki akun media sosial atau situs web ternyata belum tentu membuat sebuah produk mudah ditemukan calon pembeli.
Masih banyak pelaku UMKM yang telah aktif berjualan secara daring, tetapi belum mendapatkan kunjungan atau pesanan sesuai harapan. Persoalannya pun tidak selalu berkaitan dengan besarnya anggaran promosi yang dimiliki.
Praktisi optimasi mesin pencari asal Surabaya, Moch Dzikry Nur Alam, mengatakan ada sejumlah persoalan mendasar yang kerap membuat kanal digital UMKM sulit muncul ketika konsumen melakukan pencarian. Hal itu ia temukan dari pengalamannya mendampingi pelaku usaha melalui agensi digital yang dijalankannya.
Menurut Dzikry, persoalan tersebut dapat diperbaiki tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Mulai dari penggunaan kata yang tepat, kelengkapan informasi usaha, hingga konsistensi dalam memperbarui kanal digital menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.