Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hikmatnya Perayaan Imlek di Kota Bandung

Hikmatnya Perayaan Imlek di Kota Bandung
IDN Times/Debbie Sutrisno
Share Article

Bandung, IDN Times - Selepas Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat COVID-19, etnis Tionghoa menyambut tahun bershio kelinci air ini dengan suka cita. Mereka mulai mendatangi wihara untuk berdoa di hari perayaan Imlek 2023.

Namun keramaian orang justru tidak terasa di Wihara Dharma Ramsi. Wihara yang berlokasi di Gang Ibu Aisah, Jamika itu sejak pagi hari sudah didatangi umat Tionghoa untuk sembahyang, tetapi tak banyak. Meski demikian, kegiatan ibadah di wihara ini tetap hikmat.

Pengelola Wihara Dharma Ramsi Asikin mengatakan kunjungan wihara tahun ini menurun dibandingkan kondisi sebelum pandemi COVID-19. Meski pemerintah sudah melonggarkan aturan, tapi belum memulihkan jumlah umat yang beribadah langsung ke wihara.

“Kami tetap waspada, jadi kalau kata pemerintah begitu. Ya kami tetap waspada, jadi kami tetap menjaga,” kata Asikin, Minggu (22/1/2023).

1. Ada penurunan 25 persen pengunjung

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurut Asikin, jumlah pengunjung ke Wihara Dharma Ramsi tersisa 25 persen. Sementara itu, 200 lilin yang dinyalakan di wihara, kata Asikin, bisa bertahan menyala hingga 3 bulan. Namun, itu dikembalikan lagi kepada pemiliknya. Lilin-lilin itu sudah dinyalakan oleh pemiliknya sejak malam tadi sekitar pukul 23.00 WIB.

“Jumlah lilin ada sekitar 200, nyalanya kalau ada yang nungguin itu bisa sampai 3 bulan, ya kalau enggak ada yang nungguin paling 15 hari juga dicabut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagain upaya untuk menarik perhatian, mereka menyelenggarakan atraksi barongsai.
Atraksi ini berhasil menarik perhatian warga sekitar, bukan hanya umat yang sedang beribadah.

“Berhubung sekarang orangnya kurang, ya kegiatannya juga berkurang,” kata dia.

2. Pemkot Bandung pastikan keamanan warga beribadah selama Imlek

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Suasana menyambut perayaan Imlek 2023 sangat terasa di sejumlah kelengteng Kota Bandung, Sabtu 21 Januari 2023. Aroma dupa menyeruak dari keleteng dan vihara. Orang-orang berseliweran datang mengenakan pakaian merah, saling menyapa dan berbagi cemilan khas Imlek, seperti jeruk, kue keranjang, serta mie.

Persiapan sembahyang malam pun telah dilakukan, seperti di Kelenteng Kong Miao dan Wihara Tao Sinar Mulia. Dalam khidmatnya persiapan ibadah, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana turut hadir langsung untuk memastikan keamanan para umat Konghucu beribadah.

"Saya hadir di perayaan Imlek memberikan keyakinan kepada warga untuk bisa melakukan ibadah dengan nyaman dan aman. Mudah-mudahan kita semua tentunya selalu sehat, semoga pascapandemi ini masa depan bisa lebih baik," kata Yana melalui siaran pers.

Sebagai kota yang memiliki lima kampung toleransi, ini membukti jika Bandung merupakan kota yang toleran terhadap umat beragama di Kota Bandung.

3. Tahun ini kita harus lincah tapi tetap waspada

Google:/Foto: Getty Images/exxorian)
Google:/Foto: Getty Images/exxorian)

Rohaniawan Kelenteng Kong Miao, Jiao Sheng (Js), Sukotjo Sastronegoro Bambang menuturkan, shio kelinci diartikan menjadi lincah, tapi harus selalu awas. Ini juga menggambarkan pergerakan ekonomi yang akan lebih baik, tapi semuanya tetap harus berhati-hati.

Ia memprediksi, jemaah Kelenteng Kong Miao akan mencapai lebih dari 100 orang. Semuanya akan hadir dan beribadah, melangitkan harapan dan doa-doa terbaik di tahun baru mendatang.

"Kita berharap ekonomi lancar, menggeliat kembali. Semuanya sehat di tahun baru ini. Semua rencana kita dapat kita laksanakan," harapnya.

Tak hanya umat Konghucu yang datang ke kelenteng malam ini, salah satu komunitas bernama Jaringan Kerja Antarumat Beragama (Jakatarub) pun hadir.

Koordinator Jakatarub, Arfi Pandu Dinata mengatakan, sejak tahun 2000, Jakatarub gencar menyosialisasikan toleransi dan pendidikan perdamaian di Kota Bandung.

"Kami inisiasi dari orang-orang muda dan para tokoh agama. Tur malam Imlek ini termasuk salah satu program kami. Tapi sepanjang pandemi kemarin kami tidak melakukan tur langsung, hanya online," kata Arfi.

Jakatarub rutin berkeliling merayakan hari besar atau perayaan penting dari beragam agama di Kota Bandung.

"Selain bulan Ramadan, Idulfitri, dan Natal, kami juga ada meditasi lintas iman. Lalu kunjungan ke teman-teman penghayat kepercayaan untuk diskusi bersama," ungkapnya.

Ia juga berharap, agar para generasi muda di Kota Bandung bisa menggerakkan perdamaian promosi toleransi dan mengedukasi orang-orang di sekitar.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Ono Surono Jadi Saksi Sidang Korupsi Ade Kuswara Kunang

29 Jun 2026, 11:06 WIBNews