Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur KDM Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Gunung Ciremai

Kota Bandung
3 min read
Gubernur KDM Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Gunung Ciremai
Ilustrasi kebakaran. ANTARA FOTO/REUTERS/Costas Baltas)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuju Gunung Ciremai untuk meninjau dan memimpin langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

  • KDM menekankan api harus segera dikendalikan karena berpotensi meluas, meski pemadaman di kawasan pegunungan menjadi tantangan bagi tim lapangan.

  • Masyarakat diimbau tidak membakar ilalang untuk pertanian atau keperluan lain, mengingat cuaca terik dan hujan belum turun merata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyampaikan akan menuju Gunung Ciremai untuk memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan gunung tersebut. Ia berharap proses pemadaman berjalan cepat agar api tidak meluas.

KDM menyampaikan rencana keberangkatannya melalui pesan kepada masyarakat melalui media sosial. Dia juga meminta doa agar kebakaran segera teratasi dan seluruh petugas yang bertugas di lapangan dapat menjalankan upaya pemadaman dengan baik.

Ada tiga hal yang disampaikan KDM terkait kebakaran Gunung Ciremai, mulai dari rencana memimpin pemadaman hingga imbauan kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

  1. 1. KDM bertolak ke Gunung Ciremai untuk pimpin pemadaman

    Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
    Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

    KDM menyatakan, saat ini tengah dalam perjalanan menuju Gunung Ciremai untuk melihat langsung penanganan kebakaran sekaligus memimpin upaya pemadaman di lokasi.

    "Saat ini saya perjalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan seluruh warganet, agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dan saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api," ujar KDM.

  2. 2. KDM khawatir api meluas

    ilustrasi kebakaran kapal (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
    ilustrasi kebakaran kapal (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

    KDM mengingatkan, kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan menimbulkan kerawanan yang lebih besar. Karena itu, upaya pemadaman perlu dilakukan sesegera mungkin.

    "Karena kalau dibiarkan, akan menimbulkan kerawanan kebakaran yang lebih luas," katanya.

    Meski demikian, ia mengakui pemadaman kebakaran di kawasan pegunungan bukan pekerjaan mudah. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tim yang bertugas mengendalikan api.

    "Semoga seluruh tim bisa bekerja dengan baik dan tidak terlalu lama apinya bisa dipadamkan. Walaupun memadamkan api di gunung itu bukan persoalan mudah," tuturnya.

  3. 3. Masyarakat diminta tidak membakar ilalang

    Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Istimewa)
    Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Istimewa)

    Di tengah penanganan kebakaran, KDM mengimbau masyarakat tidak membakar ilalang untuk keperluan pertanian maupun kepentingan lainnya. Dia mengingatkan, bahwa cuaca terik dan hujan yang belum turun secara merata dapat meningkatkan risiko kebakaran.

    Karena itu, KDM meminta agar masyarakat menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu api, terutama di kawasan yang rawan terbakar.

    "Jangan melakukan pembakaran-pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian dan sejenisnya. Di tengah-tengah udara lagi terik dan hujan masih belum turun secara merata," kata KDM.

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di dua lokasi di Kabupaten Kuningan pada Rabu (21/10/2026), yakni Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.

    Di Desa Pasayangan, kebakaran melanda lahan bambu dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,5 hektare dilaporkan terbakar.

    Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Desa Cibuntu, tepatnya di wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut masih dalam penghitungan berdasarkan laporan BPBD.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More