Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumedang Dikepung 60 Titik Karhutla, Pemda Kerahkan Drone dan Patroli

Kab. Sumedang
Sumedang Dikepung 60 Titik Karhutla, Pemda Kerahkan Drone dan Patroli
ilustrasi karhutla (unsplash.com/Karsten Winegeart)
  • Pemkab Sumedang menemukan 60 titik rawan karhutla dan memperketat pencegahan melalui drone, patroli intensif, sosialisasi larangan pembakaran, serta kesiapan alat pemadam.
  • Patroli melibatkan Satpol PP, Polri, TNI, Polhut, masyarakat, PMI, perguruan tinggi, dan CKJT. Warga diminta melaporkan indikasi kebakaran ke Call Center 112 atau 110.
  • Hingga 24 Agustus 2026, Jawa Barat mencatat 132 karhutla seluas 196,40 hektare; Sumedang terbanyak insiden, sedangkan Sukabumi mencatat lahan terbakar terluas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sumedang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul ditemukannya 60 titik rawan karhutla di wilayah tersebut. Salah satu strategi mutakhir yang akan diterapkan adalah mengerahkan teknologi pemantau berupa pesawat tanpa awak atau drone untuk melacak titik-titik api sekecil apa pun.

"Kemarin kita gelar rapat koordinasi dengan Forkopimda untuk mengantisipasi Karhutla ini. Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah rawan, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran secara serampangan. Kami juga akan melakukan patroli intensif," ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Selasa (8/9/2026).

  1. 1. Pengawasan diperketat

    ilustrasi karhutla yang dahsyat
    ilustrasi karhutla yang dahsyat (pexels.com/Eclipse Chasers)

    Dony menjelaskan bahwa patroli intensif ini akan diperkuat oleh teknologi drone guna memastikan pengawasan berbasis visual dapat menjangkau area-area yang sulit diakses oleh personel darat. Dengan demikian, potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani secara dini.

    "Patroli intensif ini melibatkan Satpol PP, Polri, TNI, Polhut, serta dibantu komponen masyarakat lainnya. Mereka akan bergerak ke titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya.

    Selain kesiapan personel patroli, Pemkab Sumedang juga telah menyiagakan seluruh peralatan pemadam kebakaran. Sinergi lintas sektoral pun diperkuat dengan melibatkan kekuatan penuh dari TNI, Polri, PMI, perguruan tinggi, hingga PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

    "Kami mengerahkan semua unsur agar bisa secepatnya mengatasi jika terjadi kebakaran. Kepedulian masyarakat sangat menentukan kecepatan informasi di lapangan," kata Dony.

    Pemkab Sumedang mengimbau warga untuk segera melaporkan jika melihat indikasi kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan melalui layanan darurat bebas pulsa Call Center 112 (Kebencanaan dan Pelayanan Pemkab Sumedang) atau ke nomor 110 (Polres Sumedang).

  2. 2. Sukabumi paling banyak terdampak karhutla Jabar

    ilustrasi karhutla yang dahsyat
    ilustrasi karhutla yang dahsyat (pexels.com/K)

    Badan Penaggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan, ada sebanyak 132 kejadian karhutla melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 196,40 hektare, hingga 24 Agustus 2026.

    Dari data tersebut, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan frekuensi bencana terbanyak, sedangkan Kabupaten Sukabumi menelan kerusakan lahan paling parah. Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, peristiwa Karhutla tersebar di berbagai daerah dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

    "Hingga akhir Agustus ini, tercatat ada 132 kejadian karhutla di Jawa Barat. Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan insiden terbanyak yakni 20 kejadian yang membakar 21,68 hektare lahan di sebelas kecamatan dan 21 desa," ujar Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

  3. 3. Ada juga Majalengka serta Kuningan

    ilustrasi karhutla
    ilustrasi karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)

    Sementara itu, dampak kerusakan terluas berada di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Dampak kemarau dan kekeringan memicu titik api membesar di area perkebunan dan hutan.

    "Untuk dampak kerusakan lahan terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi. Dari 12 kejadian yang tersebar di sebelas kecamatan dan 15 desa, total area yang terbakar mencapai 49,20 hektare," kata Hadi.

    Selain dua wilayah tersebut, BPBD Jabar mencatat sejumlah daerah rawan lain dengan tingkat kerusakan tinggi. Kabupaten Majalengka membukukan 15 kejadian dengan luas area terbakar 25,91 hektare.

    "Disusul Kabupaten Kuningan sebanyak sepuluh kejadian seluas 23,80 hektare, serta Kabupaten Cirebon dengan delapan kejadian seluas 20,73 hektare," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More