Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dishub Jabar Klaim Arus Mudik Lebaran 2026 di Minim Kasus Kecelakaan
Suasana pemudik di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Dishub Jawa Barat mencatat arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar dengan penurunan kecelakaan hingga 76 persen dan fatalitas turun 89 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Total pergerakan kendaraan mencapai lebih dari 12,5 juta di sepuluh titik pantau utama, dengan lonjakan tertinggi di Tanjung Pura, Gadog, dan Nagreg yang didominasi kendaraan roda dua.
  • Kebijakan seperti program mudik gratis, kompensasi pengemudi, serta rekayasa lalu lintas one way dan contra flow dinilai efektif menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22–24 Maret 2026

Dishub Jabar mencatat puncak arus mudik Lebaran terjadi pada periode ini, dengan arus balik berlangsung merata hingga akhir masa angkutan.

2 Maret 2026

Kepala Dishub Jawa Barat Dhani Gumelar menyampaikan evaluasi bahwa arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jabar berjalan lancar dan terkendali dengan penurunan signifikan angka kecelakaan.

Lebaran 2026

Selama periode Angkutan Idulfitri, tercatat lebih dari 12,5 juta pergerakan kendaraan di sepuluh titik pantau utama. Program mudik gratis dan rekayasa lalu lintas efektif menekan kemacetan serta menurunkan kecelakaan hingga 76 persen dan fatalitas 89 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Perhubungan Jawa Barat melaporkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung lancar dengan penurunan signifikan kasus kecelakaan lalu lintas hingga 76 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Who?
    Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, bersama jajaran Dishub Jabar yang memantau pergerakan kendaraan dan pelaksanaan kebijakan transportasi selama periode Angkutan Lebaran 2026.
  • Where?
    Pemantauan dilakukan di sepuluh titik utama di Jawa Barat, termasuk Tanjung Pura Bekasi, Gadog Bogor, Nagreg Kabupaten Bandung, serta ruas tol Padaleunyi, Cipularang, dan Bocimi.
  • When?
    Periode Angkutan Lebaran berlangsung pada Maret 2026 dengan puncak arus mudik terjadi antara 22 hingga 24 Maret dan arus balik merata hingga akhir periode tersebut.
  • Why?
    Penurunan angka kecelakaan terjadi karena penerapan kebijakan efektif seperti program mudik gratis, kompensasi bagi pengemudi angkutan umum, serta rekayasa lalu lintas one way dan contra flow di jalur padat.
  • How?
    Lalu lintas dipantau secara intensif oleh Dishub Jabar melalui sistem evaluasi di lapangan; volume kendaraan tinggi tetap terkendali berkat koordinasi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang pulang kampung waktu Lebaran di Jawa Barat, tapi katanya kecelakaan sedikit sekali. Jalanan tetap ramai, banyak motor dan mobil lewat di Bekasi, Bogor, dan Bandung. Ada juga yang naik kereta dan bus. Polisi dan petugas bikin jalan satu arah supaya lancar. Sekarang semuanya sudah lebih aman dan teratur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penyelenggaraan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat menunjukkan kemajuan nyata dalam pengelolaan transportasi. Dengan volume kendaraan yang tinggi namun lalu lintas tetap terkendali, berbagai kebijakan seperti program mudik gratis, kompensasi bagi pengemudi, serta rekayasa lalu lintas terbukti efektif. Hasilnya, angka kecelakaan dan fatalitas menurun drastis, mencerminkan peningkatan keselamatan dan koordinasi yang baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mengklaim penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jabar lebih minim kasus kecelakaan. Namun kepadatan kendaraan tidak dipungkiri tetap terjadi salam periode tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi Dishub Jabar, total pergerakan kendaraan selama periode angkutan Idulfitri tercatat mencapai 12,5 juta lebih di sepuluh titik pantau utama. Ada tiga titik yang mengalami peningkatan volume kendaraan.

Pertama terjadi di Tanjung Pura, Bekasi 1.950.700 kendaraan, disusul Gadog, Bogor 1.758.526 kendaraan dan Nagreg, Kabupaten Bandung 1.701.245 kendaraan. Mayoritas kendaraan banyak dari roda dua.

"Kondisi lalu lintas selama periode angkutan Lebaran secara umum terpantau ramai lancar dan terkendali, dengan dinamika peningkatan menjelang puncak arus mudik dan arus balik," ujar Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, Kamis (2/3/2026).

1. Tol juga mengalami peningkatan volume kendaraan

Jalur lingkar nagreg Garut-Kabupaten Bandung. Dok Istimewa

Dishub Jabar mencatat puncak arus mudik terjadi pada 22 hingga 24 Maret 2026, dan arus balik tidak menumpuk di satu waktu, melainkan merata hingga akhir periode. Pola ini menjadi salah satu kunci kelancaran lalu lintas tahun ini.

Adapun kepadatan tidak hanya terjadi di jalan utama saja, jalur tol juga terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan yang tinggi. Tol Padaleunyi mencatat hampir 2,9 juta kendaraan masuk dan hampir 3 juta keluar.

"Sementara Cipularang dan Bocimi juga menunjukkan pergerakan yang padat namun tetap terkendali," ucapnya.

2. Pemberian kompensasi turut mengurangi kepadatan kendaraan

Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Para pemudik juga memanfaatkan mudik melalui transportasi umum, di mana penumpang Commuter Line jumlahnya mencapai lebih dari empat juta penumpang, disusul kereta api jarak jauh, bus di terminal tipe A dan B, hingga moda modern seperti kereta cepat dan LRT.

Dishub Jabar juga menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan selama mudik cukup efektif. Program mudik gratis berjalan optimal dengan tingkat keterisian hampir 100 persen. Selain itu, pemberian kompensasi kepada sopir angkutan umum dan non-motor juga berkontribusi menekan potensi kemacetan.

"Kebijakan operasional dan program pendukung berjalan efektif, antara lain program mudik gratis serta pemberian kompensasi kepada ribuan pengemudi angkot dan kendaraan tidak bermotor yang berkontribusi dalam pengurangan potensi kemacetan," ujarnya.

3. Penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Jawa Barat berjalan optimal

Jalur lingkar nagreg Garut-Kabupaten Bandung. Dok Istimewa

Lebih lanjut, Dhani mengatakan, rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contra flow juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur-jalur padat.

Hasilnya terlihat signifikan. Angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran turun drastis hingga 76 persen, sementara angka fatalitas bahkan merosot hingga 89 persen.

Dhani menegaskan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini menjadi salah satu yang paling terkendali dalam beberapa tahun terakhir.

"Secara keseluruhan, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Jawa Barat berjalan optimal dan lebih terkendali dibanding tahun sebelumnya, tercermin dari penurunan signifikan kecelakaan lalu lintas hingga 76 persen dan fatalitas 89 persen," kata dia.

Editorial Team