Fakta-fakta Arus Mudik-Balik Tol Cipali, Tahun Ini Lebih Rendah

- Volume lalu lintas di Tol Cipali selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H turun menjadi sekitar 1,8 juta kendaraan, lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 2,2 juta kendaraan.
- Sistem one way diterapkan dua kali pada periode arus balik untuk mengurai kepadatan, yaitu pada 23–25 Maret dan kembali diberlakukan pada akhir pekan 27–29 Maret 2026.
- Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau rest area KM 166 Tol Cipali guna memastikan kenyamanan pemudik serta mendorong pengelolaan sampah organik dan anorganik yang lebih baik.
Majalengka, IDN Times — Masa arus mudik dan balik idulfitri 1447 H di ruas Cipali dipastikan telah berakhir. Beberapa fakta tercatat dalam momentum tahunan itu.
Dibanding tahun lalu, volume lalu lintas pada musim lebaran tahun ini mengalami penurunan. Selain itu, ada beberapa fakta lain yang yang terjadi selama musim mudik kemarin.
Berikut beberapa fakta arus mudik dan balik di Tol Cipali:
1. Volume lalu lintas lebih rendah dari tahun lalu

Tahun ini, tercatat sekitar 1,8 juta kendaraan melintas ruas Tol Cipali. Angka tersebut tercatat selama periode 13 - 29 Maret 2026 (H-8 sampai H+7 lbaran 2026).
Tahun lalu, selama arus mudik dan balik Idulfitri, tercatat sebanyak 2,2 juta kendaraan melintas Tol Cipali. Angka tersebut terhitung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.
Kendati ada penurunan, sejumlah rekayasa dilakukan petugas selama periode arus mudik dan balik itu. Tidak hanya di ruas tol, rekayasa juga dilakukan di rest area dengan cara buka tutup.
2. One way arus balik dilakukan dua kali

Puncak arus mudik 1447 H terjadi pada H-3 Idulfitri atau 18 Maret 2026. Pada periode itu, tercatat sekitar 141 ribu kendaraan melintas.
Pada arus balik, arus lalu lintas Tol Cipali mengalami lonjakan signifikan padat H+2, tepatnya 24 Maret 2026. Pada puncak arus balik ini, ada sebanyak 135 ribu kendaraan melintas.
Seperti musim mudik dan balik sebelumnya, petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas di Tol Cipali berupa one way. Bahkan saat arus balik, tercatat dua kali penerapan one way yakni H+2, Senin (23/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026).
Sistem one way kembali diberlakukan pada akhir pekan, Jumat (27/3/2026). Pemberlakuan one way kali kedua itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, yang diprediksi kembali terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sampai Minggu (29/3/2026).
3. Menteri LH Sidak rest area

Sementara itu, pada arus mudik ini, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau rest area di Tol Cipali, salah satunya KM 166, pada 15 Maret 2026. Agenda itu untuk memastikan kondisi rest area dalam keadaan nyaman menyambut para pemudik.
"Ini (rest area) menjadi simpul bertemunya masyarakat. Jadi kalau ini akan menjadi contoh dalam penanganan sampah maka setiap yang berkunjung di sini, minimal kita harapkan akan terubah mainsetnya. Bahwa di sini bisa melakukan perubahan sampah, tentu akan terbawa sampai ke rumah tangga," kata Hanif.
Pengelola rest area KM 166 Pijar Alam Bolivar menjelaskan, ada beberapa hal yang disampaikan Menteri LH dalam kunjungan itu.
"Ada beberapa catatan dari beliau. Penambahan ruang pengelolaan sampah. Harus segera dilengkapi. Kami selaku pengelola akan segera merealisasikan hal-hal tersebut secepatnya," kata Pijar
Dari catatan-catatan itu, jelas dia, pemilahan sampah akan menjadi hal akan segera dilaksanakan. "Untuk tindakan pertama yang kami lakukan itu mengadakan ruang pengolahan sampah antara anorganik dan organik. Serta beberapa pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang bisa berupa kompos, dan lain-lain," papar dia



















