Demul Bongkar Ada Indikasi Kecurangan Dana Hibah Pemprov Jabar

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi membongkar adanya praktik kecurangan dalam pengalokasian dana hibah. Di mana ada salah satu admin yang menguasai hingga bantuan ini terpusat dibeberapa kabupaten dan kota.
Bahkan, alokasi anggaran untuk beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kalah dengan besaran dana hibah ke beberapa kabupaten dan kota tersebut. Mulanya hal ini disampaikan Dedi Mulyadi melalui akun YouTube-nya.
Pada kesempatan itu, Dedi menginformasi adanya dugaan penyaluran hibah senilai Rp50 miliar dalam dua tahun berturut-turut. Nilai yang sangat jauh berbeda dari anggaran Satpol PP tahun 2024 yang hanya Rp500 juta ditambah belanja pegawai sebesar Rp2 miliar.
1. Sebut dana hibah ugal-ugalan

Sementara itu, Inspektur Jabar Eni Rohyani mengatakan, pihak membenarkan terkait nilai dana hibah terbesar yang pernah dikucurkan Pemerintah dalam satu tahun mencapai Rp3 triliun. Termasuk adanya bantuan hibah untuk ratusan pemohon atau proposal pengajuan hibah dari Garut.
Dengan demikian, Dedi Mulyadi memastikan, alokasi dana hibah secara ugal-ugalan ini tidak hanya disampaikan oleh dirinya saja. Melainkan, Inspektorat turut membenarkan persoalan ini.
"Ugal-ugalan itu kan bukan pernyataan saya aja itu pernyataan inspektorat loh jadi memang terjadilah missed pengelolaan keuangan di mana ada admin yang menguasai sistem sehingga dia bisa memasukkan anggaran bisa memproses dan bisa mencairkan," kata Demul di Gedung Pakuan, Rabu (22/1/2025).
2. Seluruh OPD akan mengumumkan jumlah anggaran

Menurutnya, persoalan ini nantinya akan diselesaikan setelah dirinya dilantik sebagai gubernur definitif pada 6 Februari 2025. Ia memastikan, nantinya persoalan anggaran ini akan lebih diperhatikan.
"Nah ini kan ke depan harus segera ditertibkan sehingga anggaran di Jabar itu terkontrol dengan baik dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan yang paling utama," ucapnya.
"Mulai saat ini seluruh OPD akan mengumumkan jumlah anggaran dan jenis kegiatan kepada masyarakat," jelas Demul.
3. Semua dana hibah akan dikoreksi

Di luar itu, Demul mengungkapkan, ke depan arah kepemimpinannya tidak akan memprioritaskan dana hibah. Ia akan lebih mementingkan kebutuhan masyarakat secara luas, seperti soal perbaikan jalan.
"Kita akan mengkoreksi. Jadi gini, kita hari ini tidak akan memprioritaskan hibah. Kita akan memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi tahun ini jalan provinsi harus selesai 100 persen," katanya.



















