Dedi Mulyadi Tegur Farhan Setelah Dua Anak Harimau Bandung Zoo Mati

- Dua anak harimau di Bandung Zoo mati akibat virus FPV, memicu perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun tangan langsung menangani kondisi kebun binatang tersebut.
- Dedi menegaskan Pemprov Jabar siap membantu kebutuhan logistik pakan satwa dan hak pegawai, serta melakukan identifikasi jumlah pekerja dan kebutuhan harian hewan di Bandung Zoo.
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan proses seleksi pengelola baru segera dilakukan dan evaluasi biosecurity diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan teguran terhadap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan setelah dua anak harimau Bandung Zoo berusia delapan bulan mati terinfeksi virus ganas, Feline Panleukopenia Virus (FPV).
Dedi memastikan akan turun tangan langsung menyelesaikan persoalan-persoalan di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tersebut.
Dedi menyampaikan, Pemprov Jabar selama ini tidak mau ikut campur soal permasalahan Kebun Binatang Bandung karena menjadi kewenangan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
"Saya selama ini tidak mengikuti secara teknis karena kewenangannya kan ada di wali kota. Selama ini saya membatasi untuk tidak terlalu masuk ke wilayah-wilayah yang itu menjadi otoritasnya," kata Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).
1. Dedi Mulyadi enggan ada korban lainnya

Namun, setelah adanya kematian anak Harimau Benggala, Dedi menjelaskan akan turun tangan menangani teknisnya. Seperti logistik pakan para satwa, karena hal tersebut sangat penting untuk keberlangsungan hidup hewan.
Bandung Zoo sendiri kini belum ada pengelolaanya setelah izin lembaga konservasi sebelumnya dicabut oleh pemerintah pusat. Pemkot Bandung pun terbatas untuk melakukan pengelolaan karena sifatnya sebagai pengawas.
"Kalau seperti ini, ya sudah nanti saya juga akan turun teknis untuk menangani, karena saya tidak mau lagi ada korban berikutnya," ungkapnya.
2. Pemprov Jabar siap tanggung semua biaya pakan dan biaya pegawai

Menurutnya, kondisi Bandung Zoo saat ini jangan sampai membuat hewan terlantar, dan para pegawai yang tetap dipekerjakan setelah pencabutan izin kemarin harus diberikan haknya. Dedi memastikan, Pemprov Jabar siap memenuhi sebuah kebutuhan tersebut.
"Artinya begini, kalau kemudian seluruh hewan itu memerlukan bantuan logistik untuk kebutuhan pangan mereka dan pegawainya yang penting bisa bekerja, kami bersedia. Misalnya, ada beberapa pengurus hewan (keeper) di situ, tetapi tidak ada pendapatan, kami bersedia membantu dalam setiap bulan," katanya.
Jauh sebelum insiden kematian anak harimau terjadi, kata Dedi, pihaknya sempat menawarkan tempat penitipan satwa.
"Saya dulu sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu, deh. Saya bikinkan (kandangnya), saya kasih maka tiap hari dengan baik. Karena memang saya kan penggemar ekologi, jadi sedih juga," katanya
3. Pengelola baru masih belum diputuskan

Hari ini, rencananya Dedi akan meminta data perihal jumlah pegawai di Kebun Binatang Bandung. Identifikasi diperlukan untuk mengetahui segala kebutuhan dari destinasi wisata edukatif tersebut.
"Nah, saya hari ini mau minta untuk segera diidentifikasi pegawainya, berapa gajinya dalam setiap bulan, ada berapa orang. Kemudian, kebutuhan dagingnya berapa dalam setiap hari," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Farhan mengatakan, pihaknya segera membahas perihal proses seleksi pihak ketiga atau calon pengelola baru dari Kebun Binatang Bandung.
Proses seleksi segera berlangsung, sampai kemudian di akhir April akan ditentukan pihak pengelola yang baru.
"Besok Senin (hari ini), saya akan mendapatkan laporan lengkap tentang kesiapan kami untuk melakukan seleksi terhadap pihak ketiga yang akan menjadi mitra pengelola pemanfaatan," ucap Farhan.
Farhan melanjutkan, pascakematian Huru dan Hara, pihaknya akan lebih ketat dalam pemeliharaan satwa di Kebun Binatang.
Evaluasi tata kelola Bandung Zoo juga akan dilakukan, agar tidak ada lagi kejadian serupa.
"Seperti yang sudah saya sampaikan, kami akan evaluasi biosecurity, bahwa transfer atau penularan virus, berbagai penyakit, antar hewan ataupun dari hewan ke manusia atau manusia ke hewan akan diperketat," kata dia.


















