Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dedi Mulyadi Pastikan BPMU Tidak Dicoret Tapi Diganti Beasiswa Murid

IMG_20260127_165404.jpg
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan anggaran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) tetap ada sebanyak Rp218 miliar.
  • BPMU akan dialokasikan dalam bentuk beasiswa bagi peserta didik kurang mampu di sekolah swasta, termasuk pembiayaan kebutuhan lainnya seperti seragam dan sepatu gratis.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengalokasikan beasiswa operasional sebesar Rp180 miliar bagi siswa tidak mampu sebagai pengganti BPMU.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluruskan kabar mengenai pencoretan bantuan sekolah SMA-SMK swasta atau Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) di APBD 2026. Dia memastikan anggaran tersebut tetap ada sebanyak Rp218 miliar.

Hanya saja, sistem pengalokasian lewat skema yang berbeda, jika sebelumnya dialokasikan langsung ke sekolah swasta, kali ini dalam bentuk beasiswa bagi peserta didik kurang mampu.

"Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pendidikan swasta itu tidak dihapus dan tidak dihilangkan. Yang ada adalah dialihkan cara pemberiannya," kata Dedi, Kamis (28/1/2026).

1. Dedi Mulyadi sebut beasiswa lebih adil disalurkan langsung ke murid

IMG-20251230-WA0037.jpg
Gubernur Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dia menegaskan, nantinya bantuan yang sudah disiapkan dalam BPMU ini tidak lagi ke rekening yayasan sekolah, melainkan langsung kepada penerima yaitu peserta didik yang masuk kategori tidak mampu.

"Hari ini dibuat dalam bentuk bantuan program beasiswa untuk masyarakat yang tidak mampu di sekolah swasta digratiskan atau bayarannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tuturnya.

Dedi juga memastikan, ia bukan hanya menanggung pembiayaan sekolah namun juga kebutuhan lain para siswa seperti baju seragam hingga sepatu gratis.

"Karena ini bagian dari komitmen kami untuk membangun rasa adil dalam bidang pendidikan, sehingga masyarakat miskin itu bisa sekolah di sekolah swasta dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

2. Alokasi anggaran ada untuk beasiswa murid swasta

IMG-20251218-WA0042.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sekda Jabar Herman Suryatman menambahkan jika bantuan dari Pemprov Jabar untuk siswa sekolah swasta sudah dianggarkan di APBD 2026. Sehingga, dia memastikan, Pemprov Jabar tidak mencoret anggaran tersebut.

"Sudah kami check and recheck. Alokasi untuk bantuan pendidikan menengah ke sekolah swasta, anggarannya tersedia pada APBD 2026 sebesar Rp218 miliar. Fix di APBD Murni bukan perubahan," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi 5 DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, sebagai pengganti BPMU, Pemprov Jabar mengalokasikan beasiswa bagi siswa tidak mampu.

"Waktu itu kami sepakati, penggantinya adalah beasiswa bagi siswa miskin. Anggarannya Rp180 miliar itu beasiswa operasional, untuk desil satu sampai empat, satu anaknya akan mendapatkan Rp600 ribu per tahun. Tapi, itu beasiswa operasional," katanya.

3. DPRD minta bantuan untuk murid kurang mampu tetap ada

IMG-20251218-WA0047.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pihaknya pun bakal memperjuangkan agar BPMU dapat kembali dianggarkan pada APBD tahun mendatang. Sebab, menurutnya masih banyak sekolah swasta yang perlu mendapatkan bantuan.

"Ke depan, kami akan kembali mendorong reaktivasi BPMU, itu perlu karena sebagian besar sekolah Swasta itu dalam kondisi tidak stabil dari sisi keuangan, makanya kami akan dorong di tahun depan," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Penjual Burung Elang di Indramayu Ditangkap Polda Jabar

29 Jan 2026, 18:13 WIBNews