Cagub Demul Sindir Debat Pilgub Jabar: Seperti Tanya Jawab!

Bandung, IDN Times - Calon Gubernur Jawa Barat dari nomor urut empat Dedi Mulyadi alias Demul turut menyindir paslon lainnya yang masih membaca teks saat debat publik pertama dan kedua. Kondisi itu dirasakannya membuat debat tidak seru di mata publik.
Pernyataan Demul ini keluar saat awak media menanyakan mengenai persiapan jelang debat ketiga yang akan digelar pada 23 November 2024. Ia mengatakan, dalam menghadapi debat tidak ada persiapan lebih dan selalu berdasarkan pemikirannya.
"Saya mah biasa aja lah, selama ini gitu-gitu juga saya mah kan debatnya menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saja. Yang kemarin juga begitu juga dan sekarang teh debatnya jadi siga (seperti) tanya jawab, ada teksnya," ujar Demul, Senin (18/11/2024).
1. Debat banyak baca teks

Selama debat perdana dan kedua, Demul sendiri terlihat jarang membaca saat sesi tanya jawab yang diberikan antar pasangan. Namun, beberapa di antaranya memang terlihat ada yang membaca, termasuk saat menjawab pertanyaan.
Sehingga, Demul merasa debat ini seperti tanya jawab saja. Bahkan, dia merasa antara jawaban dan pertanyaan semuanya sudah dipersiapkan dalam teks.
"Jadi debat sekarang mah baca, ngejawabnya juga baca lagi. Jangan-jangan antara yang dibacakan dengan yang dijawab sudah ada itu (dalam teks)," kata dia.
2. Debat terkesan tidak ramai karena baca teks

Meski begitu, Demul tidak mengeluhkan soal beberapa paslon lain yang selalu membaca teks baik saat bertanya dan menjawab pertanyaan. Namun, akibat hal ini debat terkesan tidak seru.
"Enggak mengeluhkan. Kalau saya mah senang aja gak ada masalah, cuman mungkin dari sisi entertain mungkin publik anggap tidak ramai," ucapnya.
3. Publik juga banyak merasa tidak antusias

Kemudian, publik juga banyak yang memberikan komentar melalui siaran langsung YouTube KPU Provinsi Jabar, bahwa beberapa paslon ada yang terus membaca teks baik saat bertanya dan menjawab. Ia sendiri sempat mendapatkan laporan tersebut.
"Ini kan komen publik, komen publik hari ini kalau dibaca tuh komennya kenapa debat teh baca terus. Itu komen publik," kata dia.



















