Bisnis Pelabuhan Ciayumajakuning Lagi Lesu, Muatan Barang Terjun Bebas

Volume muatan domestik pelabuhan Jawa Barat pada September 2026 mencapai 62,51 ribu ton, turun 22,59 persen secara bulanan dan 32,60 persen dibandingkan September 2025.
Pelabuhan Indramayu mencatat penurunan domestik tahunan dari 74,33 ribu menjadi 48,41 ribu ton, sementara muatan internasionalnya turun 49,87 persen secara bulanan menjadi 31,28 ribu ton.
Secara kumulatif 2026, muatan domestik Jawa Barat tumbuh 31,20 persen, tetapi muatan internasional kumulatif turun 5,32 persen menjadi 474,59 ribu ton.
Cirebon, IDN Times - Aktivitas bongkar muat barang dan peti kemas di sejumlah pelabuhan wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mengalami tekanan pada September 2026.
Volume muatan domestik di Pelabuhan Indramayu dan Pelabuhan Cirebon tercatat melemah secara tahunan, sejalan dengan penurunan kinerja angkutan barang di sejumlah pelabuhan Jawa Barat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat volume muat barang dan peti kemas domestik di seluruh pelabuhan Jawa Barat mencapai 62,51 ribu ton pada September 2026. Jumlah tersebut turun 22,59 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat lebih tinggi.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan penurunan aktivitas muat domestik secara bulanan terjadi di dua pelabuhan, yakni Indramayu dan Patimban. Sementara itu, Pelabuhan Cirebon justru mencatatkan peningkatan.
“Volume muat barang dan peti kemas domestik di Pelabuhan Indramayu mengalami penurunan 24,34 persen secara bulanan. Adapun Pelabuhan Cirebon mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,74 persen,” kata Margaretha dikutip pada Kamis (5/11/2026).
1. Muatan domestik Indramayu menyusut

Stokpile batubara di Pelabuhan Cirebon, Kota Cirebon Penurunan aktivitas angkutan barang terlihat lebih jelas apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan atau year on year (yoy), volume muat barang dan peti kemas domestik Jawa Barat turun 32,60 persen. Volume angkutan menyusut dari 92,74 ribu ton pada September 2025 menjadi 62,51 ribu ton pada September 2026.
Pelabuhan Indramayu menjadi salah satu penyumbang penurunan tersebut. Volume muatan di pelabuhan yang mencakup aktivitas Pelabuhan Balongan dan Pelabuhan Indramayu itu turun dari 74,33 ribu ton menjadi 48,41 ribu ton.
Hal ini membuat volume muatan di kedua pelabuhan tersebut berkurang sekitar 25,92 ribu ton dalam setahun.
Sementara itu, Pelabuhan Cirebon mencatatkan penurunan volume muat domestik sebesar 40,01 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan bulanan pada September belum mampu mengimbangi capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
2. Muatan internasional Indramayu turun

Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon Tekanan aktivitas angkutan juga terjadi pada perdagangan internasional. Volume muat barang internasional di seluruh pelabuhan Jawa Barat mencapai 52,76 ribu ton pada September 2026.
Jumlah tersebut turun 31,63 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 77,16 ribu ton.
Di wilayah Ciayumajakuning, Pelabuhan Indramayu mencatatkan volume muat barang internasional sebanyak 31,28 ribu ton. Angka tersebut turun 49,87 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 62,39 ribu ton.
Penurunan itu memperlihatkan penyusutan aktivitas muat barang internasional di Pelabuhan Indramayu dalam periode bulanan.
3. Kinerja kumulatif masih tumbuh

Warga menikmati kemegahan KRI Dewaruci yang bersandar di Pelabuhan Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu) Meski sejumlah indikator bulanan dan tahunan menunjukkan pelemahan, kinerja muat barang domestik Jawa Barat secara kumulatif sepanjang 2026 masih mengalami pertumbuhan.
BPS mencatat volume muat barang dan peti kemas domestik secara kumulatif atau cumulative to cumulative (c-to-c) meningkat 31,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi berbeda terjadi pada angkutan barang internasional. Secara tahunan, volume muat internasional September 2026 masih tumbuh 7,32 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan aktivitas Pelabuhan Patimban yang naik 29,96 persen.
“Namun, secara kumulatif, muatan internasional justru mengalami penurunan 5,32 persen, dari 501,26 ribu ton pada 2025 menjadi 474,59 ribu ton pada 2026,” kata Margaretha.



















