Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kinerja Pelabuhan Cirebon Tumbuh, Namun Tetap Tertinggal dari Patimban

Kinerja Pelabuhan Cirebon Tumbuh, Namun Tetap Tertinggal dari Patimban
Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pelabuhan Patimban mendominasi aktivitas logistik Jawa Barat dengan volume muat 198,91 ribu ton pada Februari 2026, menyumbang lebih dari 80 persen total muatan domestik provinsi tersebut.
  • Pelabuhan Cirebon mencatat pertumbuhan signifikan hingga 183,11 persen secara bulanan, namun kontribusinya masih kecil sekitar 2 persen dari total aktivitas pelabuhan di Jawa Barat.
  • Pelabuhan Indramayu mengalami penurunan volume muat hingga 48,02 persen, menandakan pergeseran aktivitas ke pelabuhan modern seperti Patimban dan peningkatan stabilitas posisi Cirebon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times - Kinerja Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon, Jawa Barat pada awal 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan, namun secara skala masih tertinggal dibanding pelabuhan lain di Jawa Barat, terutama Pelabuhan Patimban yang kini menjadi penopang utama aktivitas angkutan laut di wilayah tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, volume muat barang domestik di Pelabuhan Cirebon pada Februari 2026 mencapai 4,34 ribu ton atau naik 183,11 persen dibanding Januari 2026. Kendati tumbuh tinggi secara persentase, kontribusi Cirebon terhadap total volume muat Jawa Barat yang mencapai 234,36 ribu ton masih relatif kecil.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyebutkan, lonjakan aktivitas angkutan laut di Jawa Barat pada awal tahun ini lebih banyak ditopang oleh pelabuhan berskala besar.

“Peningkatan volume muat pada Februari 2026 terutama didorong oleh aktivitas di Pelabuhan Patimban. Sementara pelabuhan lain, termasuk Cirebon, mengalami kenaikan tetapi dengan kontribusi yang masih terbatas,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

1. Dominasi Patimban dalam struktur logistik

Stokpile batubara di Pelabuhan Cirebon, Kota Cirebon
Stokpile batubara di Pelabuhan Cirebon, Kota Cirebon

Pelabuhan Patimban mencatat lonjakan paling tinggi dengan volume muat mencapai 198,91 ribu ton pada Februari 2026. Angka tersebut melonjak 1.710,87 persen dibanding bulan sebelumnya.

Dengan capaian itu, Patimban menyumbang lebih dari 80 persen total muatan domestik di Jawa Barat. Kondisi ini menegaskan pergeseran pusat logistik dari pelabuhan konvensional ke pelabuhan modern yang memiliki kapasitas dan infrastruktur lebih besar.

Margaretha menjelaskan, keberadaan Patimban sebagai pelabuhan strategis nasional mulai mengubah pola distribusi barang di Jawa Barat.

“Ada konsentrasi aktivitas di pelabuhan yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan terintegrasi,” katanya.

2. Cirebon tumbuh, namun basis masih kecil

Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon alami pendangkalan
Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon alami pendangkalan

Di sisi lain, Pelabuhan Cirebon menunjukkan tren pemulihan dengan pertumbuhan tiga digit secara bulanan. Namun, secara absolut, volumenya masih jauh di bawah pelabuhan utama.

Dibandingkan dengan Patimban, volume muat Cirebon hanya sekitar 2 persen dari total aktivitas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tumbuh cepat, peran Cirebon masih sebagai pelabuhan pendukung.

Secara karakteristik, aktivitas di Pelabuhan Cirebon juga lebih didominasi oleh distribusi barang regional, bukan sebagai pusat ekspor-impor skala besar. Kondisi ini memengaruhi besaran volume yang tercatat.

“Cirebon tetap mengalami peningkatan, tetapi skalanya belum sebesar pelabuhan utama. Ini menunjukkan adanya perbedaan fungsi antar pelabuhan,” kata Margaretha.

3. Indramayu melemah, terjadi pergeseran

KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu)
KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu)

Sementara itu, Pelabuhan Indramayu justru mengalami penurunan signifikan. Volume muat tercatat sebesar 31,11 ribu ton pada Februari 2026 atau turun 48,02 persen dibanding Januari 2026.

Penurunan ini memperlihatkan adanya pergeseran aktivitas dari pelabuhan lama ke pelabuhan yang lebih modern dan efisien. Dalam konteks ini, Cirebon mulai menunjukkan posisi yang lebih stabil dibanding Indramayu dari sisi tren pertumbuhan.

Margaretha menyebutkan, secara keseluruhan, struktur angkutan laut di Jawa Barat pada awal 2026 menunjukkan perubahan signifikan. Aktivitas muat barang terkonsentrasi pada tiga pelabuhan utama, yakni Patimban, Indramayu, dan Cirebon, sementara pelabuhan lain belum mencatatkan aktivitas berarti.

BPS Jawa Barat menilai kondisi ini sebagai bagian dari transformasi sistem logistik regional. Pelabuhan besar dengan dukungan infrastruktur memadai cenderung menjadi pusat distribusi utama, sementara pelabuhan lain berperan sebagai simpul pendukung.

“Ke depan, pola ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan penguatan konektivitas dan efisiensi distribusi barang,” ujar Margaretha.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More