Pelabuhan di Jabar Mendadak Ramai, Muatan Naik 93 Persen dalam Sebulan

Volume muatan domestik di tiga pelabuhan Jawa Barat mencapai 80,75 ribu ton pada Agustus 2026, melonjak 93,74% dibanding Juli.
Indramayu mencatat kenaikan bulanan domestik tertinggi 132,43%, tetapi total muatan domestik Jawa Barat masih turun 22,14% dibanding Agustus 2025.
Muatan internasional mencapai 77,16 ribu ton, naik 4,58% bulanan; namun turun 0,43% tahunan dan kumulatif 2026 melemah 6,70%.
Take a Deeper Reads

Cirebon, IDN Times - Aktivitas bongkar muat barang dan peti kemas domestik di Jawa Barat meningkat tajam pada Agustus 2026. Volume muatan yang tercatat mencapai 80,75 ribu ton, naik 93,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, aktivitas muat barang dan peti kemas domestik selama Agustus 2026 tercatat di tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Indramayu, Pelabuhan Cirebon, dan Pelabuhan Patimban.
“Volume muat barang dan peti kemas domestik pada Agustus 2026 sebanyak 80,75 ribu ton atau naik 93,74 persen dibanding Juli 2026,” kata Margaretha dikutip pada Rabu (7/10/2026).
1. Indramayu catat kenaikan tertinggi

Warga menikmati kemegahan KRI Dewaruci yang bersandar di Pelabuhan Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu) Dari ketiga pelabuhan tersebut, Pelabuhan Indramayu mencatat pertumbuhan volume muatan domestik tertinggi secara bulanan. Kenaikannya mencapai 132,43 persen dibandingkan Juli 2026.
Pelabuhan Cirebon berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 59,88 persen. Sementara itu, volume muat barang dan peti kemas domestik di Pelabuhan Patimban meningkat 9,17 persen secara bulanan.
BPS mencatat tidak ada aktivitas muat barang dan peti kemas domestik di pelabuhan Jawa Barat lainnya selama Agustus 2026.
Namun, peningkatan secara bulanan tersebut belum mengembalikan volume muatan domestik ke level tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025, volume muat barang dan peti kemas domestik Jawa Barat mencapai 103,71 ribu ton.
"Dengan volume 80,75 ribu ton pada Agustus 2026, aktivitas tersebut tercatat turun 22,14 persen secara tahunan," katanya.
2. Muatan Indramayu dan Cirebon menyusut

Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon alami pendangkalan Margaretha menyebutkan, penurunan secara tahunan terutama terjadi di Pelabuhan Indramayu dan Pelabuhan Cirebon.
Pelabuhan Indramayu, yang mencakup Pelabuhan Indramayu dan Balongan, mencatat volume muat barang dan peti kemas domestik 63,98 ribu ton pada Agustus 2026.
"Angka itu turun dari 83,16 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya," kata Margaretha.
Adapun Pelabuhan Cirebon mengalami penurunan volume sebesar 55,69 persen secara tahunan.
Kondisi berbeda terjadi di Pelabuhan Patimban. Pelabuhan tersebut mencatat pertumbuhan volume muat barang dan peti kemas domestik sebesar 12,93 persen dibandingkan Agustus 2025.
Meski secara tahunan masih turun, secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026, volume muat barang dan peti kemas domestik Jawa Barat tumbuh 38,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
3. Muatan internasional naik bulanan

KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu) Di sisi lain, aktivitas muat barang internasional Jawa Barat mencapai 77,16 ribu ton pada Agustus 2026. Volume tersebut naik 4,58 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 73,79 ribu ton.
Pelabuhan Indramayu menjadi penyumbang terbesar dengan volume 62,39 ribu ton. Angka tersebut hanya meningkat 0,05 persen dari Juli 2026 yang tercatat 62,35 ribu ton.
Sementara itu, kata Margaretha, Pelabuhan Patimban mencatat volume muat barang internasional sebesar 14,78 ribu ton.
"Dibandingkan bulan sebelumnya, volumenya meningkat 29,25 persen," katanya.
Meskipun meningkat secara bulanan, aktivitas muat barang internasional Jawa Barat masih mengalami penurunan secara tahunan. Pada Agustus 2026, volumenya turun 0,43 persen dibandingkan Agustus 2025.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya muatan internasional dari Pelabuhan Indramayu sebesar 3,70 persen.
Secara kumulatif, volume muat barang internasional Jawa Barat sepanjang 2026 mencapai 421,84 ribu ton. Angka itu turun 6,70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 452,11 ribu ton.




















