ilustrasi campak (freepik.com/freepik)
Sebelumnya, Vini mengatakan, banyaknya kasus campak di Jabar karena masih adanya kelompok masyarakat yang menolak vaksinasi atau imunisasi ini. Sehingga, hal itu memicu munculnya kembali kasus penyakit menular tersebut.
"Kasus campak terjadi karena masih ada masyarakat yang menolak imunisasi. Sehingga yang penting harus imunisasi, karena campak adalah virus yang mudah menular," kata Vini.
Dia menegaskan, risiko yang ditimbulkan campak tidak bisa dianggap sepele, terutama bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi. Tanpa perlindungan vaksin, infeksi virus campak dapat memicu komplikasi serius yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
"Bila tidak diimunisasi, akan menyebabkan radang otak, kebutaan, radang paru dan malnutrisi berat," ucapnya.
Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah pencegahan apabila mengalami gejala campak, sekaligus mencegah penularan ke orang lain.
"Isolasi mandiri, memakai masker, berobat ke fasyankes (fasilitas layanan kesehatan)," kata dia.