- BRI Danareksa Sekuritas
- DBS Vickers Sekuritas Indonesia
- Indo Premier Sekuritas
- Trimegah Sekuritas Indonesia
PT SMI Perkenalkan ORIS di Bandung, Ajak Warga Jabar Investasi Infrastruktur
- PT SMI memperkenalkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) di Bandung untuk mengajak masyarakat Jawa Barat berinvestasi dalam pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
- Dana hasil ORIS akan dialokasikan ke proyek strategis yang telah melalui penilaian risiko ketat, dengan target penerbitan hingga Rp300 miliar sebagai bagian dari program obligasi keberlanjutan PT SMI.
- ORIS menawarkan kupon 5,60–6,05 persen per tahun dengan tenor 1 dan 3 tahun, serta nilai pemesanan mulai Rp5 juta untuk mendukung proyek hijau dan sosial di berbagai sektor.
Bandung, IDN Times – PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) memperkenalkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) kepada masyarakat Jawa Barat. Instrumen investasi ini ditujukan untuk memperluas partisipasi investor ritel dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Sosialisasi ORIS digelar di Bandung pada Rabu (11/3/2026). Acara tersebut dihadiri Team Leader Divisi Keuangan dan Hubungan Investor PT SMI, Niko F. Simatupang, serta Head of Investment Banking Capital Market BRI Danareksa Sekuritas, Edwin Sukri.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peluncuran resmi ORIS yang sebelumnya digelar di Jakarta pada 9 Maret 2026.
1. ORIS jadi peluang investasi sekaligus dukung pembangunan

Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, mengatakan dana yang dihimpun dari ORIS akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur strategis yang telah melalui proses penilaian risiko secara ketat.
“Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjangnya,” ujar Pradana dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa instrumen investasi ini tidak hanya menawarkan potensi keuntungan bagi investor, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Penerbitan ORIS merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp300 miliar.
2. Jawa Barat dinilai punya potensi investor ritel besar

PT SMI menilai Jawa Barat memiliki potensi besar dalam memperkuat basis investor ritel domestik. Hal ini sejalan dengan meningkatnya literasi investasi di masyarakat.
Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun, menjadikannya provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.
Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, mengatakan investasi melalui ORIS dapat memberi dampak sosial yang lebih luas.
“Tentunya akan ada kebanggaan tersendiri ketika kita mengetahui bahwa investasi kita turut mendukung pembangunan yang berdampak nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, ORIS dirancang tidak hanya rasional secara finansial, tetapi juga memiliki makna sosial bagi pembangunan Indonesia.
3. ORIS tawarkan kupon hingga 6,05 persen per tahun
ORIS menawarkan dua pilihan tenor investasi, yakni 1 tahun (370 hari kalender) dan 3 tahun.
Kupon yang ditawarkan masing-masing sebesar 5,60 persen dan 6,05 persen per tahun. Nilai minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 juta dengan kelipatan tambahan Rp1 juta.
Dalam proses penawaran umum ini, PT SMI bekerja sama dengan sejumlah perusahaan sekuritas sebagai Joint Lead Underwriter, yaitu:
Dana yang dihimpun melalui ORIS nantinya akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memenuhi prinsip keberlanjutan sesuai Sustainable Funding Framework PT SMI. Proyek tersebut mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih.
Melalui sosialisasi di Bandung ini, PT SMI berharap masyarakat semakin mengenal ORIS sebagai alternatif investasi yang tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

















