Comscore Tracker

Ada COVID-19 Baru di Jateng, Jabar Belum Perketat Perbatasan

Belum ada treatment khusus untuk wilayah perbatasan

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) belum mau memperketat wilayah perbatasan setelah adanya mutasi atau varian baru COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng).

"Untuk wilayah perbatasan tidak ada treatment khusus. Tapi, kami apresiasi langkah Gubernur Jateng yang minta masyarakat (Kudus) khususnya untuk tinggal di rumah beberapa hari ke depan," ujar Daud Achmad, Ketua Harian Satgas COVID-19 Provinsi Jabar, saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

1. Berharap tidak ada kasus serupa di Jabar

Ada COVID-19 Baru di Jateng, Jabar Belum Perketat PerbatasanIlustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19, ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Daud mengatakan, sampai saat ini Pemprov Jabar belum mendapatkan laporan klinis yang menunjukkan adanya masyarakat yang terinfeksi varian baru COVID-19 itu. Warga yang positif COVID-19 di Jabar ia klaim masih sama dengan kasus awal di Indonesia.

"Kami berharap mudah-mudahan tidak ada di Jabar. Sampai sekarang kami belum dapat kabar varian baru itu," katanya.

2. Jabar lebih dahulu kena varian corona dari Inggris

Ada COVID-19 Baru di Jateng, Jabar Belum Perketat PerbatasanHumas/Pemprov Jabar

Seperti diketahui, sebelum kasus varian baru di Jateng, Jabar terlebih dahulu mendapatkan kasus varian COVID-19 dari Inggris yang ditemukan di Kabupaten Karawang. Dari peristiwa ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim bahwa peristiwa itu sudah ditangani dengan baik.

"Saya laporkan semua yang masuk (COVID-19) varian-varian baru itu kondisinya sudah sembuh. Tidak ada hal baru yang mengkhawatirkan," ujar Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil di Mapolda Jabar, Senin (24/5/2021).

3. WNA yang akan datang ke Jabar diperiksa genom sixcuensing

Ada COVID-19 Baru di Jateng, Jabar Belum Perketat PerbatasanIDN Times/Imam Rosidin

Untuk mengantisipasi adanya kasus itu, Pemprov Jabar akan memperketat penerapan tes COVID-19 pada WNA yang masuk ke wilayahnya. Emil meminta, pantauan harus dilakukan di wilayah yang sering didatangi WNA.

"Kami juga melakukan pengetesan kepada WNA, orang yang pulang dari luar negeri untuk mengetahui barangkali ada varian baru. Kita lakukan namanya genom sixcuensing. Jadi bagi yang positif kita tes, tapi belum ada hasilnya," katanya.

Baca Juga: Meski Sudah Vaksin, Pakar Sebut COVID-19 Varian Baru Bisa Menginfeksi

Baca Juga: 28 Orang di Kudus Terpapar Varian COVID-19 Delta India

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya