Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Libur Tahun Baru, Warga Cirebon Diminta Waspada Scam Keuangan

ilustrasi scammer (freepik/jcomp)
ilustrasi scammer (freepik/jcomp)
Intinya sih...
  • Modus penipuan kian beragam dan menyasar semua kalangan
  • Ribuan aduan masuk, ratusan terkait kejahatan keuangan
  • Prinsip logis jadi kunci perlindungan diri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jika momentum libur panjang dan pergantian tahun baru kembali menjadi celah bagi maraknya kejahatan sektor keuangan di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

OJK mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang kerap meningkat pada periode akhir tahun.

Aktivitas ekonomi yang lebih intens, ditambah tingginya transaksi digital dan belanja daring, dinilai membuka ruang bagi pelaku kejahatan memanfaatkan kelengahan masyarakat.

Dalam imbauannya, OJK Cirebon meminta masyarakat untuk tidak sembarangan membagikan data sensitif, mulai dari nomor rekening, PIN, one time password (OTP), kata sandi aplikasi, hingga informasi identitas lainnya kepada pihak mana pun, tanpa pengecualian.

1. Modus penipuan kian beragam dan menyasar semua kalangan

ilustrasi tulisan scam alert (pexels.com/Foto oleh Anna Tarazevich)
ilustrasi tulisan scam alert (pexels.com/Foto oleh Anna Tarazevich)

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib menyebutkan, pola kejahatan keuangan terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital dan pendekatan psikologis. Modus penipuan tidak lagi bersifat konvensional, tetapi dikemas semakin meyakinkan dan terorganisir.

Beberapa modus yang banyak ditemukan antara lain investasi bodong dan skema money game yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Selain itu, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan berhadiah dan program reward fiktif yang menyasar pengguna media sosial.

"Pelaku kejahatan juga kerap menggunakan teknik social engineering dengan menyamar sebagai petugas bank, lembaga keuangan, atau instansi resmi. Tidak sedikit korban yang terjebak penipuan belanja online melalui toko fiktif, undian hadiah palsu, hingga tawaran pekerjaan dengan dalih biaya pendaftaran," kata Agus, Kamis (1/1/2025).

Fenomena lain yang mulai marak adalah penggunaan QRIS palsu di ruang publik, penipuan berkedok hubungan emosional atau love scam, serta upaya phishing melalui tautan, email, dan pesan singkat yang menyerupai institusi resmi.

2. Ribuan aduan masuk, ratusan terkait kejahatan keuangan

ilustrasi love scam (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi love scam (pexels.com/RDNE Stock project)

Sepanjang 2025, Kantor OJK Cirebon mencatat tingginya jumlah layanan konsultasi dan pengaduan dari masyarakat. Total sebanyak 1.976 pengaduan dan konsultasi diterima, dengan 343 di antaranya berkaitan langsung dengan dugaan penipuan dan kejahatan di bidang keuangan.

Angka tersebut menunjukkan, kejahatan keuangan bukan lagi isu marginal, melainkan ancaman nyata yang menimpa berbagai lapisan masyarakat, baik individu, pelaku UMKM, hingga kelompok rentan.

Menurutnya, laporan penipuan juga dipicu oleh tingginya aktivitas digital selama masa liburan.

"Banyak kasus menjadi viral karena menimbulkan kerugian besar dan berdampak luas secara sosial maupun ekonomi," ujarnya.

3. Prinsip logis jadi kunci perlindungan diri

ilustrasi menulis jurnal (unsplash.com/Alejandro Escamilla)
ilustrasi menulis jurnal (unsplash.com/Alejandro Escamilla)

OJK Cirebon menegaskan pentingnya penerapan prinsip 2L, yakni legal dan logis, dalam setiap aktivitas keuangan. Masyarakat diminta memastikan bahwa produk maupun pelaku usaha keuangan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK sebelum melakukan transaksi atau investasi.

Selain aspek legalitas, masyarakat juga diimbau untuk menilai kewajaran setiap tawaran. Keuntungan yang dijanjikan harus masuk akal dan tidak bersifat pasti dalam waktu singkat, karena karakter tersebut kerap menjadi ciri utama penipuan.

“Momentum liburan dan pergantian tahun sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur janji keuntungan instan dan selalu melakukan pengecekan,” ujar Agus.

OJK berharap kewaspadaan publik dapat menekan potensi kerugian akibat kejahatan keuangan sekaligus memperkuat literasi dan perlindungan konsumen di tengah dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Delapan Juta Petir Sambar Wilayah Jabar Selama 2025

01 Jan 2026, 18:01 WIBNews