Warga Jabar Bisa Vaksin Campak di 282 Posko Mudik Idulfitri 2026

- Dinas Kesehatan Jawa Barat menyediakan vaksin campak gratis di 282 posko mudik Idulfitri 2026 untuk mencegah penularan selama perjalanan.
- Keterbatasan stok vaksin diatasi lewat kerja sama dengan puskesmas daerah, sementara status KLB ditetapkan oleh pemerintah kabupaten atau kota masing-masing.
- Kasus campak meningkat akibat rendahnya imunisasi dan penolakan vaksin, sehingga masyarakat diimbau segera vaksin serta waspada terhadap gejala penyakit ini.
Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat meminta agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Idulfitri 2026 bisa waspada terhadap penularan virus campak. Untuk menekankan terjadinya penularan, Dinkes Jabar menyediakan vaksin campak gratis di 282 posko di seluruh kabupaten dan kota.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Klinis, Dinkes Jabar, Selvia Gusrina mengatakan, untuk ketersediaannya vaksin ini tidak begitu banyak, namun dipastikan ada di pos kesehatan yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
"Jumlah vaksin ini terbatas kita kan kerja sama dengan Puskesmas-Puskesmas setempat ya," ujar Selvia saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).
1. Vaksin dipastikan tersedia

Penyediaan vaksin di pos kesehatan mudik ini juga sekaligus bentuk dari respons masyarakat yang kesulitan mendapatkan di fasilitas kesehatan karena disebut kasusnya sudah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selvia menyampaikan, saat ini ada beberapa rumah sakit yang menanyakan ke Dinkes mengenai status KLB ini hal itu dikarenakan untuk memberikan keterangan terhadap para pasien campak. Padahal penetapan status kedaruratan tersebut merupakan kewenangan dari kabupaten dan kota.
"Jadi ketika kepala daerah masing-masing di pemerintahan kabupaten kotanya mengeluarkan surat bahwasanya itu tok palu sudah menjadi suatu kasus KLB maka untuk seluruh pembiayaan itu ditanggung oleh pemerintah kabupaten kotanya masing-masing," jelasnya.
2. Mayoritas kasus banyak karena belum vaksin

Kasus campak di Jawa Barat kebanyakan ditemukan karena riwayat imunisasinya negatif. Selvia mengatakan, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan karena vaksin campak ini penting agar menjaga kesehatan anak ke depannya.
"Jadi rata-rata memang tidak divaksin anak-anaknya gitu. Jadi ya mungkin jadi PR juga ya ke teman-teman agar menggiatkan lagi gimana cara sebenarnya masyarakat paham bahwa sebegitu pentingnya vaksin campak," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi menilai masih adanya kelompok masyarakat yang menolak vaksinasi atau imunisasi campak menjadi salah satu pemicu munculnya kembali kasus penyakit menular tersebut.
"Kasus campak terjadi karena masih ada masyarakat yang menolak imunisasi. Sehingga yang penting harus imunisasi, karena campak adalah virus yg mudah menular," kata Vini, Rabu (11/3/2026).
Risiko yang ditimbulkan campak tidak bisa dianggap sepele, terutama bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi. Tanpa perlindungan vaksin, infeksi virus campak dapat memicu komplikasi serius yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
"Bila tidak diimunisasi, akan menyebabkan radang otak, kebutaan, radang paru dan malnutrisi berat," ucapnya.
3. Masyarakat diminta segera bertindak jika terdapat anggota keluarganya campak

Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah pencegahan apabila mengalami gejala campak, sekaligus mencegah penularan ke orang lain.
"Isolasi mandiri, memakai masker, berobat ke Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan)," kata dia.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan mencatat ada 8.224 kasus suspek campak di seluruh Indonesia per 23 Februari 2026. Dari data tersebut ada empat kasus kematian dan di periode yang sama, terdapat 21 KLB suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.
Kemudian, dari 13 KLB di enam provinsi telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, dan lima provinsi dengan jumlah KLB campak terbanyak yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, serta Jawa Tengah.

















![[QUIZ] Mudik Lebaran, Kamu Tahu Dampak Dibukanya Tol Bocimi 3?](https://image.idntimes.com/post/20251224/upload_7a617a928d3f4a50566e76c582c77392_675a7c7f-c74f-4722-8538-5ee90e9c8452.jpeg)
![[QUIZ] Kamu Tahu Penyebab Dapur MBG Dihentikan?](https://image.idntimes.com/post/20210705/photo-1579028017684-1c828c18b5f6-c5123910372bd921d8d9c219b8a5e1d7-e3cc3a58d6f73a41df464a9bbe2f56db.jpeg)