Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Walkot Farhan Imbau Layanan Kesehatan Tak Boleh Tolak Pasien

Walkot Farhan Imbau Layanan Kesehatan Tak Boleh Tolak Pasien
Walkot Farhan Imbau Layanan Kesehatan Tak Boleh Tolak Pasien. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan seluruh layanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib menerima pasien tanpa penolakan dan akan dikenai sanksi jika melanggar.
  • Primaya Rajawali Hospital resmi beroperasi dengan konsep Center of Excellence, mengutamakan keunggulan klinis serta empati dalam pelayanan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan kesehatan masyarakat Bandung.
  • Fasilitas rumah sakit mencakup 20 poliklinik, 102 tempat tidur, teknologi medis modern, sistem digitalisasi rekam medis, serta program edukasi kesehatan rutin bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali menegaskan agar layanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta agar tidak menolak pasien yang ingin berobat. Jika ada penolakan maka Pemkot bakal memberikan sanksi termasuk pada para pejabat rumah sakit atau layanan kesehatannya.

Hal ini disampaikan usai menghadiri peresmian RS Rajawali. Rumah sakit yang sempat alami penurunan ini sekarang sudah melakukan transformasi untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

"Ini dulu salah satu ikon rumah sakit prima di Kota Bandung dan akan memulai kembali langkahnya. Ini juga jadi upaya Pemkot untuk memberikan kepuasan pelayanan pada masyarakat," ujar Farhan, Rabu (16/4/2026).

1. Pelayanan kesehatan makin merata

IMG_20260415_101355_1.jpg
Walkot Farhan Imbau Layanan Kesehatan Tak Boleh Tolak Pasien. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia menuturkan, keberadaan rumah sakit ini menjadi pelengkap bagi tempat pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Saat ini jumlah rumah sakit terus bertambah khususnya di daerah pusat kota hingga ke Bandung Timur.

Rumah Sakit Rajawali ini menjadi salah satu tempat pelayanan di kawasan Bandung Barat sehingga masyarakat yang berada di daerah ini bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan prima.

"Saya sebagai dulu warga Cijerah juga ini terbaik lah. Sempat turun sebentar sekarang sudah baik lagi," kata dia.

2. Utamakan keunggulan klinis dan pendekatan empati

IMG_20260415_101015.jpg
Walkot Farhan Imbau Layanan Kesehatan Tak Boleh Tolak Pasien. IDN Times/Debbie Sutrisno

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM menuturkan, keberadaan Primaya Rajawali Hospital menandai transformasi dari RS Rajawali menjadi fasilitas layanan kesehatan terintegrasi berbasis Center of Excellence di Bandung. Pendekatan ini memungkinkan penanganan pasien secara multidisiplin dengan standar klinis yang lebih terukur.

Rumah sakit ini memiliki berbagai layanan unggulan, antara lain Oncology Center, Mother & Child Center dan Trauma Center, dan akan mengembangkan Heart and Vascular Center, Brain and Neuro Center, hingga Urology and Nephrology Center.

"Transformasi Primaya Rajawali Hospital menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Bandung, khususnya pada penanganan penyakit tidak menular seperti kanker dan jantung yang terus menunjukkan tren peningkatan seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan," kata Leona.

Mengusung tema “Commitment to Excellence, Compassion in Care”, Primaya Rajawali Hospital menekankan keseimbangan antara keunggulan klinis dan pendekatan empati dalam pelayanan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan sistem, teknologi, serta standar operasional yang berorientasi pada patient-centered care.

Leona mengatakan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif di Jawa Barat khususnya Bandung.

3. Miliki 20 poliklinik dan 102 tempat tidur

IMG_20260415_101130.jpg
Walkot Farhan Imbau Layanan Kesehatan Tak Boleh Tolak Pasien. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik, kapasitas 102 tempat tidur, termasuk layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU, serta didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis. Rumah sakit ini juga dilengkapi teknologi medis modern seperti endoskopi, untuk mendukung diagnosis dan tindakan yang lebih presisi, termasuk pengembangan layanan bedah minimal invasif dan diagnostik lanjutan.

Direktur Primaya Rajawali Hospital, dr. Budiyanto, MARS menjelaskan bahwa transformasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup sistem layanan hingga pengalaman pasien.

“Kami mengimplementasikan digitalisasi melalui Electronic Medical Record, standardisasi clinical pathway berbasis evidence, serta penguatan budaya patient-centered care. Selain itu, kami juga menghadirkan Primaya App dan sistem rujukan internal antar jaringan, sehingga pasien dapat memperoleh second opinion tanpa perlu berpindah fasilitas,” kata Budiyanto.

Selain layanan kuratif, Primaya Rajawali Hospital juga menghadirkan pendekatan promotif dan preventif melalui program edukasi kesehatan rutin yang diselenggarakan setiap pekan, sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan kesehatan jangka panjang.

Selama masa pembukaan, Primaya Rajawali Hospital menghadirkan berbagai penawaran menarik, termasuk potongan 50 persen untuk konsultasi dokter spesialis serta paket skrining kesehatan seharga Rp299.000 hingga 30 Juni 2026. Paket ini mencakup skrining kanker (pemeriksaan darah lengkap, urine, rontgen thorax + USG mammae gratis) serta skrining jantung (pemeriksaan darah lengkap, urine, rontgen thorax + EKG gratis).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More